Sukses

Pengertian Prednicort

Prednicort mengandung Methylprednisolone, obat ini diproduksi oleh Otto Pharmaceuticals. Prednicort digunakan untuk mengurangi pembengkakan (inflamasi) dan menekan respon sistem sistem imun. Prednicort termasuk dalam golongan hormon kortikosteroid, kortikosteroid berperan dalam sistem fisiologis seperti respon stres, respon kekebalan tubuh dan pengaturan inflamasi, metabolisme karbohidrat, katabolisme protein, kadar elektrolit darah dan perilaku. Penggunaan obat ini sebaiknya tidak digunakan pada pasien Diabetes Melitus, karena membuat kenaikan tingkat gula darah yang dapat memperburuk diabetes.

Keterangan Prednicort

  1. Prednicort Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Hormon Kortikosteroid
    • Kandungan: Methylprednisolone 4 mg; Methylprednisolone 8 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
    • Farmasi: Otto Pharmaceuticals.
  2. Prednicort Injeksi
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Hormon Kortikosteroid
    • Kandungan: Methylprednisolone 125 mg
    • Bentuk: Serbuk Injeksi
    • Satuan Penjualan: Vial
    • Kemasan: Box, 1 Vial @ 125 mg + 1 ampul pelarut @ 2 mL
    • Farmasi: Otto Pharmaceuticals.

Kegunaan Prednicort

Prednicort  digunakan untuk mengobati supresi inflamasi dan gangguan alergi, udema serebral dihubungkan dengan keganasan, penyakit rematik.

Dosis & Cara Penggunaan Prednicort

Penggunaan Prednicort harus dilakukan dengan tenaga medis profesional dan resep Dokter. Aturan penggunaan:

  • Anti inflamasi/peradangan dan imunosupresif (penekan sistem imun)
    Pada dewasa sebagai dosis awal 2-60 mg perhari dalam dosis terbagi, tergantung pada penyakit yang sedang diobati.
    Anak-anak 0.5-1.7 mg/kg berat badan dalam dosis terbagi setiap 6-12 jam.
  • Mengatasi alergi pada orang dewasa :
    Hari pertama diminum 24 mg ( 8 mg sebelum sarapan, 4 mg setelah makan siang, 4 mg setelah makan malam dan 8 mg saat tidur malam).
    Hari ke-2 diminum 20 mg ( 4 mg sebelum sarapan, 4 mg sesudah makan siang, 4 mg sesudah makan malam dan 8 mg saat tidur malam).
    Hari ke-3 diminum 16 mg (4 mg sebelum sarapan, 4 mg sesudah makan siang, 4 mg sesudah makan malam dan 4 mg saat tidur malam).
    Hari ke-4 diminum 12 mg (4 mg sebelum sarapan, 4 mg sesudah makan siang dan 4 mg saat tidur malam).
    Hari ke-5 diminum 8 mg (4 mg sebelum sarapan dan 4 mg saat tidur malam).
    Hari ke-6 diminum 4 mg sebelum sarapan.
    Atau sesuai petunjuk Dokter.
  • Intravena:
    Dewasa: 0.5-1 gram setiap hari, sampai pasien telah stabil, biasanya tidak melebihi 48-72 jam.
    Anak: 10-20 mg/kg setiap hari hingga 3 hari. Maksimal: 1.000 mg setiap hari.

Efek Samping Prednicort

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Prednicort, yaitu:
1. Sulit tidur.
2. Perubahan nafsu makan.
3. Meningkat produksi keringat.
4. Moon face (wajah terlihat bengkak atau gemuk).Mual dan muntah.
5. Mulas.
6. Sakit kepala.
7. Pusing.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Prednicort pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Intratekal (lumbar spinal).
  • Vaksin hidup atau dilemahkan pada pasien yang menerima dosis imunosupresif (penekan sistem imun).
  • Infeksi jamur sistemik (umum) kecuali terapi digunakan anti-infektif spesifik.
  • Penggunaan secara ntramuskular (penyuntikan ke otot) pada idiopatik thrombocytopenic purpura (penyakit kelainan autoimun yang berdampak trombosit atau platelet. Kondisi ini bisa menyebabkan mudah mengalami memar atau berdarah, dan terjadi secara berlebihan).

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Prednicort:
1. Risiko kejang dengan siklosporin
2. Peningkatan risiko aritmia dengan glikosida atau digitalis
3. Penurunan metabolisme dengan estrogen, termasuk kontrasepsi oral
4. Metabolisme ditingkatkan dengan rifampisin dan barbiturat
5. Peningkatan konsentrasi plasma dengan ketoconazole dan eritromisin
6. Risiko efek pada saluran cerna dengan aspirin atau NSAID lainnya
7. Dapat meningkatkan efek antikoagulan dari warfarin
8. Dapat mengurangi efek terapi antidiabetik.

Kategori Kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Prednicort kedalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait