Sukses

Pengertian Precedex

Precedex merupakan salah satu Sediaan Injeksi yang mengandung Dexmedetomidine HCl, obat ini diproduksi oleh Menarini Indria Laboratories. Precedex digunakan untuk sedasi dalam perawatan kritis.

Keterangan Precedex

  • Golongan: Psikotropik
  • Kelas Terapi: Hipnotik dan Sedatif
  • Kandungan: Dexmedetomidine HCl 100 mcg/mL
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Kemasan: Vial @ 2 mL
  • Farmasi: Menarini Indria Laboratories.

Kegunaan Precedex

Precedex digunakan untuk sedasi dalam perawatan kritis.

Dosis & Cara Penggunaan Precedex

Penggunaan Precedex harus dilakukan oleh tenaga medis profesional dan berdasarkan resep Dokter.

Intravena:
Sedasi dalam perawatan kritis
Dewasa: 0.7 mcg/kg/jam disesuaikan sesuai dengan respons, dengan kisaran dosis 0.2-1.4 mcg/kg/jam.

Efek Samping Precedex

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Precedex, yaitu:
1. Mual, muntah, mulut kering
2. Perubahan Tekanan Darah
3. Demam
4. Hipoksia (kesulitan bernapas dan sirkulasi darah)
5. Hipertermia (perubahan suhu badan terlalu tinggi)
6. Anemia (sel darah merah Anda lebih rendah dari jumlah normal)
7. Agitasi (perasaan seperti jengkel, kesal, atau gelisah)
8. Nyeri
9. Perubahan gula darah.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Precedex pada pasien yang memiliki indikasi:
Bolus Injeksi

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Precedex:
Efek farmakologis yang ditingkatkan dari anestesi, sedatif, hipnotik, agonis opiat, vasodilator atau obat lain yang memiliki efek kronotropik negatif (Glikosida jantung).

Kategori Kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Predecex ke dalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait