Sukses

Pengertian Precedex

Precedex adalah salah satu sediaan injeksi yang mengandung Dexmedetomidine HCl. Precedex digunakan untuk menurunkan tingkat kesadaran dengan pereda nyeri untuk pasien yang sedang menjalani perawatan intensif.

Keterangan Precedex

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Hipnotik dan Sedatif
  • Kandungan: Dexmedetomidine HCl 100 mcg/mL
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Kemasan: Vial @ 2 mL
  • Farmasi: Hospira/ Pfizer Indonesia
  • Harga: Rp625.000 - Rp895.000/ Vial

Kegunaan Precedex

Precedex digunakan untuk menurunkan tingkat kesadaran dengan pereda nyeri untuk pasien yang sedang menjalani perawatan intensif.

Dosis & Cara Penggunaan Precedex

Precedex merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya. Penggunaan Precedex harus dibantu oleh tenaga medis profesional dan berdasarkan resep Dokter.

Dosis pemuatan Dewasa: 1 mcg / kg berat badan diberikan melalui injeksi intravena (pembuluh darah) selama 10 menit, dilanjutkan dengan infus pemeliharaan 0,2-0,7 mcg / kg berat badan / jam, dosis dapat disesuaikan untuk mencapai efek sedatif yang diinginkan.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 15-30 derajat Celcius.

Efek Samping Precedex

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Precedex, yaitu:

  • Hipotensi (tekanan darah rendah)
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Bradikardia (jantung berdetak lebih lambat)
  • Mual
  • Mulut kering
  • Hipoksia (kondisi kekurangan oksigen)
  • Penurunan kesadaran

Overdosis

  • Gejala: Bradikardia, hipotensi, oversedation, mengantuk, serangan jantung.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Precedex pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Pemberian obat melalui injeksi bolus 

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa obat yang dapat berinteraksi dengan Precedex:

  • Meningkatkan efek anestesi, sedatif, hipnotik dan opioid.

Kategori Kehamilan
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Predecex ke dalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Perhatian Menyusui
Tidak diketahui jika Dexmedetomidine diekskresikan kedalam ASI. Karena banyak obat yang diekskresikan dalam ASI, kehati-hatian harus dilakukan bila memberikan obat kepada ibu menyusui.

Artikel
    Penyakit Terkait