Sukses

Pengertian Prazina

Prazina mengandung Pyrazynamide, obat ini diproduksi oleh Armoxindo. Prazina bekerja sebagai menghentikan pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri. Pengobatan TBC biasanya dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu. Prazina digunakan untuk mengobati beberapa infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri seperti tuberkulosis (TBC) dan infeksi lainnya. Penggunaan Obat Ini Harus Konsultasi Dari Dokter.

Keterangan Prazina

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Anti Tuberkulosis
  • Kandungan: Pyrazynamide 500 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Armoxindo.

Kegunaan Prazina

Prazina digunakan untuk membantu mengobati tuberkulosis yang dikombinasikan dengan obat antituberkulosis lain.

Dosis & Cara Penggunaan Prazina

Prazina termasuk golongan obat keras, sehingga pembelian dan penggunaannya harus berdasarkan resep Dokter. Aturan penggunaan:

  • Dewasa: 20-35 mg/kg berat badan/hari, maksimal: 3 gram/hari terbagi dalam 3-4 dosis.
  • Anak: 20 mg/kg berat badan/hari dalam dosis terbagi.

Efek Samping Prazina

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Prazina, yaitu:
1. Mual dan muntah
2. Tidak enak badan
3. Demam
4. Rasa sakit saat buang air kecil.
5. Warna kuning pada kulit atau mata
6. Artralgia (nyeri pada sendi)
7. Anoreksia (gangguan makan yang disebabkan oleh gangguan psikologis).

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Prazina pada pasien yang memiliki indikasi:
1. Kehamilan dan menyusui.
2. Kerusakan hati berat atau penyakit hati akut.
3. Hiperurisemia dengan atau tanpa artritis gout (asam urat).

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Prazina:
1. Probenesid, sulfinpirazon, allopurinol, antidiabetik oral.
2. Mempengaruhi hasil tes keton urin.

Kategori Kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Prazina Tablet kedalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait