Sukses

Pengertian Prazina

Prazina adalah obat yang mengandung Pyrazynamide dan obat ini diproduksi oleh Armoxindo Farma. Prazina bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri.Prazina digunakan untuk mengobati beberapa infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri seperti tuberkulosis (TBC) dan infeksi lainnya. 

Keterangan Prazina

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Anti Tuberkulosis
  • Kandungan: Pyrazinamide 500 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Armoxindo Farma
  • Harga: Rp14.000 - Rp28.000/ Strip

Kegunaan Prazina

Prazina digunakan untuk membantu mengobati tuberkulosis yang dikombinasikan dengan obat antituberkulosis lain.

Dosis & Cara Penggunaan Prazina

Prazina termasuk golongan obat keras, sehingga pembelian dan penggunaannya harus berdasarkan resep Dokter. Aturan penggunaan:

  • Dewasa: 20-35 mg/kg berat badan/hari, maksimal: 3 gram/hari terbagi dalam 3-4 dosis.
  • Anak: 20 mg/kg berat badan/hari dalam dosis terbagi.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 15-30 derajat Celcius.

Efek Samping Prazina

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Prazina, yaitu:

  • Hiperurisemia (kadar asam urat di atas normal), menyebabkan gout akut
  • Anoreksia (gangguan makan)
  • Mual, muntah
  • Memperburuk tukak lambung
  • Artralgia (nyeri sendi)
  • Badan lemas
  • Demam
  • Anemia sideroblastik
  • Trombositopenia (kadar trombosit kurang dari normal)
  • Ruam
  • Sulit berkemih
  • Berpotensi Fatal: Hepatotoksisitas (kerusahan sel-sel hati akibat zat-zat kimia yang bersifat toksik)

Overdosis

  • Gejala: kerusakan sel-sel hati dan hiperurisemia.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Prazina pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Pasien yang hipersensitif
  • Kerusakan hati berat atau penyakit hati akut.
  • Hiperurisemia dengan atau tanpa artritis gout (asam urat)
  • Porfiria akut

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa obat yang dapat berinteraksi dengan Prazina:

  • Agen urikosurik (misalnya probenesid, sulfinpyrazone)
  • Kontrasepsi estrogen
  • Vaksin tifoid oral.
  • Ciclosporin
  • Rifampisin

Kategori Kehamilan
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Prazina Tablet kedalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Perhatian Menyusui
Pyrazinamide terserap kedalam ASI. Konsultasikan pada dokter sebelum mengkonsumsi obat ini. 

Artikel
    Penyakit Terkait