Sukses

Pengertian Pranza

Pranza mengandung Pantoprazole yang merupakan salah satu golongan penghambat pompa proton dalma bentuk sediaan injeksi. Digunakan untuk meredakan gejala nyeri ulu hati akibat meningkatnya asam lambung, mengobati infeksi bakteri Helicobacter pylori serta mengobati sindrom Zollinger-Ellison. Obat ini bekerja dengan cara menghentikan produksi asam berlebihan oleh sel-sel yang terdapat di dalam lapisan lambung. Lambung menghasilkan asam secara alami untuk mencerna makanan dan membunuh bakteri. Namun asam ini bisa menyebabkan iritasi pada perut.

Keterangan Pranza

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antasida.
  • Kandungan: Pantoprazole 40 mg.
  • Bentuk: Cairan Injeksi.
  • Satuan Penjualan: Vial.
  • Kemasan: Box @ 1 vial
  • Farmasi: Kalbe Farma.

Kegunaan Pranza

Pranza Injeksi diindikasikan pada pengobatan ulkus lambung, ulkus duodenum, refluks esofagitis derajat sedang dan berat serta kondisi hipersekresi patologis seperti sindrom Zollinger-Ellison atau keganasan lainnya. Digunakan sebagai terapi alternative pada pasien yang tidak diindikasikan pemberian pantoprazole oral.

Dosis & Cara Penggunaan Pranza

Pranza merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Pranza juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Penggunaan Pranza injeksi harus dibantu oleh tenaga ahli medis.

  • Sindrom Zollinger-Ellison
    • Dewasa: 80 mg, 1-2 kali sehari. Dosis dapat disesuaikan hingga 240 mg per hari, pemberian dosis dapat dibagi melalui injeksi lambat atau infus jangka pendek selama 2-15 menit. Bentuk obat dapat diubah sesegera mungkin menjadi tablet.
    • Lansia: Penyesuaian dosis tidak diperlukan.
  • GERD dan tukak lambung
    • Dewasa: 40 mg per hari, melalui injeksi lambat atau infus jangka pendek selama 2-15 menit. Bentuk obat dapat diubah sesegera mungkin menjadi tablet.
      Lansia: Penyesuaian dosis tidak diperlukan.

Efek Samping Pranza

  1. Ruam Kulit
  2. Pruritus (rasa gatal di seluruh atau beberapa bagian tubuh)
  3. Mual dan Muntah
  4. Nyeri kepala
  5. Nyeri dada
  6. Nyeri lambung
  7. Perut kembung
  8. Konstipasi (Sulit Buang Air)
  9. Diare


Kontraindikasi

Hindari pemberian pada pasien sebagai berikut:
1. Hipomagnesemia (rendahnya kadar magnesium dalam darah).
2. Lupus (kondisi ketika sistem imun menyerang berbagai jaringan dan organ dalam tubuh)
3. Osteoporosis (kondisi ketika tulang menjadi keropos, rapuh, dan mudah patah.)
4. Penyakit liver.

Interaksi Obat
1. Jika dikonsumsi bersama Digoxin dapat meningkatkan efek digoxin sehingga pH lambung tinggi
2. Jika dikonsumsi bersama Diuretik dapat meningkatkan risiko hipomagnesemia (kadar magnesium dalam tubuh rendah).
3. Dapat menurunkan penyerapan dari obat ketoconazole dan itraconazole.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Pranza ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait