Sukses

Pengertian Postinor-2

Postinor-2 adalah kontrasepsi oral yang diproduksi oleh Gedeon Richter. Obat ini mengandung Levonorgestrel yang diindikasikan untuk kotrasepsi oral darurat. Levonorgestrel merupakan turunan nortestosteron yaitu isomer aktif norgestrel yang bekerja dengan mengambat ovulasi yang kuat dan memiliki aktivitas androgenik.

Keterangan Postinor-2

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Kontrasepsi Oral
  • Kandungan: Levonorgestrel 0,75 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 1 Strip @ 2 Tablet
  • Farmasi: Gedeon Richter/ Tunggal Idaman Abdi
  • Harga: Rp26.000 - Rp30.000/ Box

Kegunaan Postinor-2

Postinor-2 diindikasikan sebagai alat kontrasepsi oral darurat.

Dosis & Cara Penggunaan Postinor-2

Postinor-2 merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

Postinor-2 diminum 2 tablet, harus diminum dalam 12-72 jam setelah berhubungan seksual tanpa perlindungan.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 25 derajat Celcius.

Efek Samping Postinor-2

Efek samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Nyeri perut bagian bawah
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Mastalgia (nyeri yang berasal dari payudara atau jaringan di sekitarnya)
  • Kehamilan ektopik (kehamilan yang berkembang di luar rahim)
  • Mual, muntah
  • Menstruasi tidak teratur
  • Kelelahan

Kontraindikasi
Tidak boleh diberikan pada pasien dengan kondisi:

  • Perdarahan vagina yang tidak terdiagnosis
  • Penyakit hati dan bilier
  • Memiliki riwayat ikterus gestasional
  • Kanker payudara, ovarium atau kanker rahim
  • Memiliki riwayat tromboflebitis (peradangan pada pembuluh darah vena) karena obstruksi
  • Obstruksi arteri serebrovaskular atau koroner
  • Perdarahan genital yang tidak terdiagnosis
  • Diketahui atau diduga hamil

Interaksi Obat

  • Mengurangi kemanjuran dengan obat penginduksi enzim; aminoglutethimide.
  • Dapat menghambat metabolisme siklosporin.

Kategori Kehamilan
Tidak direkomendasikan untuk diberikan pada ibu hamil.

Perhatian Menyusui
Levonorgestrel terserap kedalam ASI. Keputusan harus dibuat apakah akan menghentikan menyusui atau menghentikan obat.