Sukses

Pengertian Pospargin

Pospargin adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan menangani kasus perdarahan postpartum dan postabortal. Pospargin mengandung Methylergometrine, obat yang termasuk golongan alkaloid ergot. Methylergometrine adalah obat dengan fungsi untuk mengatasi perdarahan setelah melahirkan. Cara kerjanya dengan meningkatkan kontraksi rahim. Methylergometrine maleate menimbulkan kontraksi otot uterus dengan cara meningkatkan frekuensi dan amplitudo kontraksi pada dosis rendah dan meningkatkan tonus uterus basal pada dosis tinggi dengan cepat dan poten melalui reseptor alfa-adrenergik sehingga menghentikan perdarahan uterus.

Keterangan Pospargin

  1. Pospargin Ampul
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Obat yang Bekerja pada Uterus.
    • Kandungan: Methylergometrine 0.2 mg.
    • Bentuk: Cairan Injeksi
    • Satuan Penjualan: Ampul.
    • Kemasan: Ampul 1 mL.
    • Farmasi: Kalbe Farma PT.
    • Harga: Rp6.000 - Rp15.000/ Ampul
  2. Pospargin Tablet
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Obat yang Bekerja pada Uterus.
    • Kandungan: Methylergometrine 0.125 mg.
    • Bentuk: Tablet Salut Selaput
    • Satuan Penjualan: Tablet
    • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
    • Farmasi: Kalbe Farma PT
    • Harga: -

Kegunaan Pospargin

Pospargin diindikasi untuk mencegah dan mengobati pendarahan pasca persalinan dan pasca abortus, termasuk pendarahan uterus karena sectio caesaria (suatu pembedahan guna melahirkan anak lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus), penanganan aktif kala III pada partus, pendarahan uterus setelah placenta lepas.

Dosis & Cara Penggunaan Pospargin

Pospargin merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Pospargin juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  1. Pospargin Injeksi
    • Sectio caesarea: setelah bayi dikeluarkan secara ekstraksi, diberikan dosis 1 mL melalui injeksi intra muskular (melalui otot) atau dosis 0,5-1 mL diberikan melalui injeksi intravena (pembuluh darah).
    • Atoni uterus: dosis 1 mL diberikan melalui injeksi intra muskular (melalui otot) atau dosis 0,5-1 mL diberikan melalui injeksi intravena (pembuluh darah).
    • Penanganan aktif kala III: dosis 0,5-1 mL diberikan melalui injeksi intra muskular (melalui otot) setelah kepala atau bahu interior keluar atau selambat-lambatnya segera setelah bayi dilahirkan.
    • Pendarahan puerperal, subinvolusi, lokhiometra: dosis 0,5 - 1 mL diberikan melalui injeksi intra muskular (melalui otot) perhari.
    • Kala III pada partus dengan anestesi umum : dosis 1 mL diberikan melalui injeksi intravena (pembuluh darah).
  2. Pospargin Tablet
    • Membantu involusi uterus: 1 tablet diminum 3 kali sehari. Lama durasi pengobatan umumnya 3 - 4 hari.
    • Pendarahan puerperal, subinvolusi, lokhiometra: 1 atau 2 tablet  diminum 3 kali sehari.

Cara Penyimpanan

  • Pospargin Tablet: Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.
  • Pospargin Injeksi: Simpan pada suhu antara 2-8 derajat Celcius.

Efek Samping Pospargin

Efek samping penggunaan Pospargin yang mungkin terjadi adalah:

  • Sakit kepala
  • Pusing,
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Hipertensi,
  • Nyeri dada sementara
  • Jantung berdebar
  • Bradikardia (denyut jantung dibawah normal)

Overdosis
Penggunaan Pospargin yang melebihi dosis dapat menimbulkan beberapa gejala, diantaranya:

  • Mual, muntah
  • Sakit perut
  • Oliguria (jumlah urine yang keluar sedikit)
  • Kesemutan
  • Tekanan darah tinggi
  • Hipotensi (tekanan darah rendah)
  • Depresi pernafasan
  • Hipotermia (suhu tubuh sangat rendah)
  • Kejang

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Pasien yang hipersensitif terhadap kandungan obat
  • Penderita hipertensi dan preeklamsia
  • Kehamilan

Interaksi Obat
Berikut adalah obat-obat yang tidak boleh diberikan secara bersamaan dengan Pospargin:

  • Obat penghambat enzim CYP3A4 (misalnya eritromisin, klaritromisin, ritonavir, delavirdine, ketokonazol, itrakonazol, vorikonazol)
  • Golongan obat β-blocker
  • Obat anestesi (misalnya halotan, metoksifluran)
  • Gliseril trinitrat dan obat antianginal lainnya

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Pospargin ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait