Sukses

Pengertian Posop

Posop adalah salah satu obat tetes mata yang digunakan untuk meringankan gejala peradangan pada mata. Peradangan pada mata dapat menyebabkan mata menjadi merah, nyeri, dan bengkak di lapisan tengah jaringan dinding mata. Posop memiliki kandungan zat aktif berupa Fluorometholon yang bekerja dengan menekan aktivitas sistem imun tubuh (terutama sel darah putih) yang merangsang pembentukan prostaglandin (senyawa yang menyebabkan terjadinya reaksi peradangan).

Keterangan Posop

  1. Cendo Posop Minidose
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Kortikosteroid Mata.
    • Kandungan: Fluorometholon 0.1%.
    • Bentuk: Tetes Mata.
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip, 5 Botol PE @ 0.6 mL.
    • Farmasi: PT Cendo Pharmaceutical Industries.
    • Harga: Rp57.000 - Rp115.000/ Strip
  2. Cendo Posop Tetes Mata 5 ml
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Kortikosteroid Mata.
    • Kandungan: Fluorometholon 0.1%.
    • Bentuk: Tetes Mata.
    • Satuan Penjualan: Botol Tetes.
    • Kemasan: Botol Tetes @ 5 mL.
    • Farmasi: PT Cendo Pharmaceutical Industries
    • Harga: Rp68.000 - Rp100.000/ Botol

Kegunaan Posop

Posop memiliki kegunaan untuk mengobati inflamasi (peradangan) pada mata.

Dosis & Cara Pengunaan Posop

Penggunaan Posop harus dikonsultasikan dengan Dokter. Aturan penggunaan Cendo Posop:

  • Teteskan 1-2 tetes Posop pada mata yang sakit sebanyak 2-4 kali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 2-25 derajat Celcius. Jangan dibekukan.

Efek Samping Posop

Efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan Posop adalah:

  • Hipertensi intraokular (tekanan darah tinggi pada mata).
  • Kerusakan syaraf optik, pembentukan katarak, melambatnya proses penutupan luka.
  • Uveitis (peradangan lapisan tengah mata), keratitis (peradangan pada kornea mata).
  • Konjungtivitis (peradangan yang terjadi pada konjungtiva atau selaput bening yang melapisi bagian depan mata).
  • Tukak korneal (luka terbuka pada kornea yang paling sering diakibatkan oleh infeksi).
  • Penurunan daya akomodasi mata.
  • Infeksi sekunder.
  • Hiperkortikoidisme (suatu kondisi yang terjadi akibat paparan tingkat kortisol yang tinggi dalam waktu yang lama).

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Posop pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Penyakit virus pada kornea dan konjungtiva, termasuk epitel keratitis herpes simpleks (herpes pada mata), infeksi mata mikrobakteri, infeksi jamur okular, infeksi mata yang tidak diobati.
  • Setelah pemberian vaksin dan memiliki infeksi varisela (cacar air).
  • Hipersensitif dengan komponen obat ini.

Interaksi Obat
Posop tidak boleh diberikan secara bersamaan dengan obat-obat berikut:

  • Obat anti inflamasi non steroid oftalmik
  • Obat penghambat CYP3A4 (misalnya agen yang mengandung cobicistat, ritonavir).

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Posop ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Perhatian Menyusui
Tidak diketahui apakah obat terserap kedalam ASI. Tidak direkomendasikan untuk digunakan pada ibu menyusui.

Artikel
    Penyakit Terkait