Sukses

Pengertian Polifrisin

Polifrisin adalah sediaan tetes mata yang diproduksi oleh Sanbe Farma. Polifrisin mengandung Neomycin sulphate, Polymixin B sulphate, Phenylephrine HCl. Polifrisin digunakan untuk membantu meredakan peradangan dan inflamasi pada mata yang disertai dengan infeksi bakteri. Polymyxin B dan Neomycin adalah kombinasi antibiotik yang bekerja dengan cara membunuh bakteri dan mengganggu sintesis protein bakteri. Sedangkan, Phenylephrine HCl memiliki efek tidak langsung melepaskan norepinefrin dari lokasi penyimpanannya, sehingga melembabkan pupil.

Keterangan Polifrisin

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antiseptik Mata
  • Kandungan: Neomycin sulphate, polymixin B sulphate, phenylephrine HCl
  • Bentuk: Tetes mata
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Box, 1 Botol @ 5 mL
  • Farmasi: Sanbe Farma

Kegunaan Polifrisin

Polifrisin digunakan untuk membantu mengobati peradangan pada mata yang disertai dengan infeksi bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan Polifrisin

Polifrisin merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Polifrisin juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Dosis: Teteskan 1-2 tetes Polifrisin ke mata yang sakit setiap 4 jam, selama 7-10 hari.
  • Untuk kasus yang parah: Teteskan 2 tetes Polifrisin ke mata yang sakit setiap jam.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 15-25 ° C. Lindungi dari cahaya.

Efek Samping Polifrisin

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Polifrisin, antara lain sensasi menyengat atau terbakar, peradangan dan iritasi lokal.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Polifrisin pada pasien yang memiliki indikasi:
Hipersensitif terhadap neomisin, polimiksin B, atau salah satu komponennya.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Polifrisin:
Neomisin dan Polimiksin B: Peningkatan risiko depresi pernapasan dan apnea dengan agen penghambat neuromuskuler.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Polifrisin ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait