Sukses

Pengertian Platof

Platof merupakan obat yang mengandung Pentoxifylline. Pentoxifylline merupakan obat yang digunakan untuk meringankan masalah aliran darah seperti mempermudah aliran darah melalui arteri yang menyempit, meredakan nyeri atau kram otot selama olahraga, mengobati klaudikasi intermiten (nyeri, kram, mati rasa, kelemahan di kaki, pinggul, paha dan bokong). Cara kerja dari pentoxifylline adalah mengurangi viskositas darah (kekentalan darah), meningkatkan deformabilitas/ elastisitas bentuk leukosit dan fleksibilitas eritrosit, dan mengurangi aktivasi sel neutrofil.

Keterangan Platof

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Hemorrheologic
  • Kandungan: Pentoxifylline 400 mg
  • Bentuk: Kaplet Salut Gula
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Kaplet Salut Gula
  • Farmasi: Sanbe Farma.

Kegunaan Platof

Platof digunakan untuk mengobati klaudikasi intermiten (nyeri, kram, mati rasa, kelemahan di kaki, pinggul, paha dan bokong) pada pasien tertentu.

Dosis & Cara Penggunaan Platof

Plantof merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian dan penggunaannya harus berdasarkan resep Dokter. 

Aturan penggunaan: diminum 2 sampai 3 kali sehari 1 kaplet.

Efek Samping Platof

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi Platof adalah:
- Nyeri dada
- Takikardia (Ritme jantung lebih cepat dari normal)
- Tinja berubah menjadi merah atau hitam
- Batuk darah.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Plantof pada penderita:

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap pentoxifylline dan metil xanthin lainnya
  • Pasien yang memiliki riwayat gangguan jantung, aritmia.

Interaksi Obat:
Platof tidak dapat dikonsumsi bersama dengan warfarin dan obat-obat golongan antihipertensi.

Kategori Kehamilan:
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan platof ke dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait