Sukses

Pengertian Planotab

Planotab adalah kontrasepsi oral berbentuk tablet salut selaput yang di produksi oleh Triyasa Nagamas Farma. Obat ini mengandung Ethinylestradiol 0.03 mg dan Levonorgestrel 0.150 mg yang di indikasikan untuk mencegah kehamilan. Kombinasi kontrasepsi hormonal menghambat ovulasi dengan memodulasi sekresi gonadotrofin hipofisis, hormon lutein dan hormon perangsang folikel melalui sistem umpan balik negatif. Kombinasi obat ini mengurangi penetrasi sperma jika terjadi ovulasi dengan mengubah lendir serviks; menyebabkan perubahan endometrium yang mengurangi risiko nidasi dan dapat mengubah transportasi tuba ovum melalui tuba falopii.

Keterangan Planotab

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Kontrasepsi Oral
  • Kandungan: Ethinylestradiol 0.03 mg dan Levonorgestrel 0.150 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 28 Tablet Salut Selaput
  • Farmasi: Triyasa Nagamas Farma
  • Harga: Rp4.000 - Rp17.000/ Strip

Kegunaan Planotab

Planotab di gunakan sebagai kontrasepsi oral untuk mencegah kehamilan.

Dosis & Cara Penggunaan Planotab

Planotab merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

  • Obat di minum mulai dari yang berukuran kecil sejak hari pertama haid hingga 21 hari ke depan, kemudian di lanjutkan dengan pil yang berukuran lebih besar selama 7 hari.
  • Obat di minum pada jam yang sama setiap harinya.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Planotab

Efek samping penggunaan Planotab yang mungkin terjadi adalah:

  • Sakit kepala, pusing
  • Ketidaknyamanan payudara
  • Depresi
  • Gangguan nafsu makan
  • Perubahan libido
  • Rambut rontok atau hirsutisme
  • Gangguan saluran pencernaan (mual dan muntah)
  • Perubahan genitourinari
  • Gangguan hematologis
  • Gangguan endokrin dan metabolisme
  • Reaksi kulit lokal
  • Kerusakan hati
  • Berkurangnya menstruasi
  • Muncul 'bercak' pada siklus awal
  • Peningkatan risiko kanker payudara

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Wanita hamil
  • Perdarahan vagina yang tidak terdiagnosis
  • Penyakit arteri parah (atau riwayat keluarga profil lipid aterogenik)
  • Adenoma hati
  • Porfiria
  • Setelah evakuasi mola hidatidosa
  • Riwayat kanker payudara
  • Gangguan hati
  • Trombofloebitis atau gangguan tromboemboli
  • Karsinoma payudara kecuali pada pasien tertentu yang dirawat karena penyakit metastasis
  • Tumor yang bergantung pada estrogen
  • Merokok ≥40 rokok setiap hari
  • Usia > 50 tahun
  • Komplikasi diabetes; indeks massa tubuh > 39 kg / m2
  • Migrain dengan aura fokus khas, berlangsung> 72 jam walaupun telah diobati atau migrain diobati dengan derivatif ergot
  • Tekanan darah > 160 mmHg sistolik dan 100 mmHg diastolik
  • Serangan iskemik sementara tanpa sakit kepala
  • Penderita lupus
  • Batu empedu
  • Riwayat sindrom uraemik hemolitik
  • Pruritis selama kehamilan
  • Ikterus kolestatik
  • Menyusui selama 6 bulan pertama setelah melahirkan

Overdosis

  • Gejala: mual dan muntah.

Interaksi Obat
Planotab tidak boleh diberikan secara bersamaan dengan obat-obat berikut:

  • Induksi CYP3A4 dapat menurunkan tingkat / efek misalnya aminoglutethimide, carbamazepine, nafcillin, nevirapine, atazanavir, nelfinavir, fenobarbital, fenitoin, lamotrigin, rifamycin, griseofulvin dan ritonavir
  • Ampisilin, tetrasiklin, dan antibiotik lain dapat mengurangi kemanjuran
  • Estrogen dapat mengantagoniskan efek antikoagulan coumarin
  • Dapat menghambat metabolisme prednisolon dan siklosporin
  • Dapat mengurangi pembersihan alprazolam, chlordiazepoxide, diazepam
  • Dapat meningkatkan pembersihan lorazepam, oxazepam, temazepam

Kategori Kehamilan
Kategori X : Studi pada binatang percobaan atau manusia telah memperlihatkan adanya abnormalitas janin dan besarnya resiko obat ini pada wanita hamil jelas-jelas melebihi manfaatnya. Dikontraindikasikan bagi wanita hamil atau wanita usia subur.

Perhatian Menyusui
Sarankan ibu menyusui untuk menggunakan bentuk kontrasepsi lain, jika memungkinkan, sampai dia menyapih anaknya; kontrasepsi oral kombinasi dapat menurunkan produksi ASI pada ibu menyusui;

Artikel
    Penyakit Terkait