Sukses

Pengertian Piracetam OGB 400 mg Tablet

Piracetam 400 Tablet merupakan kelompok obat yang dikenal sebagai analog GABA. Piracetam 400 Tablet mengandung bahan aktif piracetam. Obat ini bekerja pada otak dan sistem saraf dan diduga dapat melindungi otak terhadap kekurangan oksigen (iskemia). Piracetam 400 Tablet umumnya digunakan dalam kombinasi dengan obat lain untuk mengobati myoclonus. Myoclonus adalah suatu kondisi di mana sistem saraf menyebabkan otot-otot, terutama di lengan dan kaki, untuk mulai kedutan tak terkendali. Piracetam 400 Tablet digunakan untuk meningkatkan fungsi kognitif, mioklonus serta dapat mengatasi kedutan pada otot, disleksia, vertigo dan cedera pada kepala. Piracetam 400 Tablet mempengaruhi otak dan sistem saraf dengan melindungi korteks serebri agar tidak kekurangan oksigen.

Keterangan Piracetam OGB 400 mg Tablet

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Nootropik dan Neurotonik.
  • Kandungan: Piracetam 400 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @ 10 tablet.
  • Farmasi: Hexpharm Jaya.

Kegunaan Piracetam OGB 400 mg Tablet

Piracetam 400 Tablet diindikasi untuk pengobatan kemunduran daya pikir, astenia, gangguan adaptasi, gangguan reaksi psikomotor. Alkoholisme kronik dan adiksi. Disfungsi serebral sehubungan dengan akibat pasca trauma (sakit kepala, vertigo, agitasi, gangguan ingatan, dan astenia).

Dosis & Cara Penggunaan Piracetam OGB 400 mg Tablet

Simtom Psikis – Organik yang berhubungan dengan usia lanjut :

Dosis awal per hari : 2,4 g ( 6 tablet 400 mg atau 3 kaplet 800 mg atau 2 kaplet 1200 mg) terbagi dalam 2 – 3 waktu selama 6 minggu, diikuti dengan 1,2 g / hari sebagai dosisperawatan.

• Simtom Pasca – Trauma : Dosis rata-rata : dosis awal : 2 tablet 400 mg atau 1 kaplet 800 mg, 3 kali sehari. Jika efek yang diharapkan telah tercapai, kurangi dosis secara bertahap menjadi 1 tablet 400 mg atau ½ kaplet 800 mg.

Efek Samping Piracetam OGB 400 mg Tablet

Efek samping yang mungkin terjadi yaitu Hiperkinesis (gerakan fisik berlebihan, gangguan fungsi otak), somnolen (kesadaran menurun, mudah tidur), gugup, kebingungan, halusinasi, depresi, asthenia, ataksia, vertigo, sakit kepala, insomnia, epilepsi yang memburuk, gangguan keseimbangan, sakit perut, diare, mual, muntah, penambahan berat badan, pruritis (gatal disekujur tubuh), urtikaria/biduran, dermatitis/ peradangan kulit.

Artikel
    Penyakit Terkait