Sukses

Pengertian Piracetam

Piracetam adalah kelompok obat yang dikenal sebagai analog GABA. Obat ini bekerja pada otak dan sistem saraf dan diduga dapat melindungi otak terhadap kekurangan oksigen (iskemia). Piracetam umumnya digunakan dalam kombinasi dengan obat lain untuk mengobati myoclonus. Myoclonus adalah suatu kondisi dimana sistem saraf menyebabkan otot-otot, terutama di lengan dan kaki, mengalami kedutan tak terkendali. Piracetam digunakan untuk meningkatkan fungsi kognitif, mioklonus serta dapat mengatasi kedutan pada otot, disleksia, vertigo dan cedera pada kepala. Piracetam dapat mempengaruhi otak dan sistem saraf dengan melindungi korteks serebri agar tidak kekurangan oksigen.

Keterangan Piracetam

  1. Piracetam Kaplet
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Nootropik dan Neurotonik.
    • Kandungan: Piracetam 800 mg; Piracetam 1200 mg
    • Bentuk: Kaplet Salut Selaput
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @ 10 Kaplet .
    • Farmasi: Hexpharm Jaya Laboratories; Nulab Pharmaceutical; Dexa medica; Novell Pharmaceutical; Mersifarma Tirmaku; Promedrahardjo Farmasi Industri; Indofarma; First Medifarma; Natura Laboratoria Prima; Erela; Bernofarm.
    • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Mersitropil, Pratropil, Benocetam, Pirabrain, Gotropil
    • Harga: Rp5.000 - Rp30.000/ Strip
  2. Piracetam Tablet
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Nootropik dan Neurotonik.
    • Kandungan: Piracetam 400 mg
    • Bentuk: Tablet Salut Selaput
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @ 10 tablet.
    • Farmasi: Promedrahardjo Farmasi Industri
    • Harga: Rp4.000 - Rp20.000/ Strip
  3. Piracetam Kapsul
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Nootropik dan Neurotonik.
    • Kandungan: Piracetam 400 mg
    • Bentuk: Kapsul
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @ 10 Kapsul.
    • Farmasi: Bernofarm; Medikon Prima Laboratories
    • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Mersitropil, Pirabrain, Benocetam, Latropil, Zetropil
    • Harga: Rp3.500 - Rp19.000/ Strip
  4. Piracetam Ampul
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Nootropik dan Neurotonik.
    • Kandungan: Piracetam
    • Bentuk: Cairan Injeksi
    • Satuan Penjualan: Vial
    • Kemasan: Vial @ 5 mL, 15 mL
    • Farmasi: Hexpharm; Bernofarm; Natura Laboratoria Prima; Mahakam Beta; Dexa Medica; Mersidarma Trimaku Mercusana; Novell Pharmaceutical; atura Laboratoria Prima
    • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Pirabrain, Revolan, Benocetam, Notrotam, Gotropil
    • Harga: -
  5. Piracetam Sirup
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Nootropik dan Neurotonik.
    • Kandungan: Piracetam
    • Bentuk: Sirup
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol @ 60 mL
    • Farmasi: Novell Pharmaceutical; Bernofarm; Dexa Medica
    • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Benocetam, Pirabrain, Noocephal, Latropil, Fepiram
    • Harga: -

Kegunaan Piracetam

Piracetam digunakan untuk meningkatkan fungsi kognitif, mioklonus serta dapat mengatasi kedutan pada otot, disleksia, vertigo dan cedera pada kepala.

Dosis & Cara Penggunaan Piracetam

Piracetam merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan piracetam juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  1. Aturan penggunaan Piracetam Tablet dan Sirup:
    • Terapi tambahan dalam gangguan pada sisten saraf pusat (mioklonus kortikal)
      • Dewasa: Awalnya, 7.2 gram setiap hari dalam 2-3 dosis terbagi; dapat meningkat 4.8 gram setiap 3-4 hari.
      • Maksimal : 24 gram setiap hari dalam 2-3 dosis terbagi.
    • Terapi tambahan pada penurunan kognisi otak karena gangguan otak (insufisiensi serebrokortikal)
      • Dewasa: 2.4 gram setiap hari dalam 2-3 dosis terbagi. Untuk kasus yang parah: Hingga 4.8 gram setiap hari atau lebih tinggi.
  2. Aturan penggunaan Piracetam Injeksi
    • Terapi tambahan dalam gangguan pada sisten saraf pusat (mioklonus kortikal)
      • Dewasa: Awalnya, 7.2 gram setiap hari dalam 2-3 dosis terbagi; dapat meningkat 4.8 gram setiap 3-4 hari. Diberikan melalui injeksi intravena (pembuluh darah).
      • Maksimal : 24 gram setiap hari dalam 2-3 dosis terbagi.
    • Terapi tambahan pada penurunan kognisi otak karena gangguan otak (insufisiensi serebrokortikal)
      • Dewasa: 2.4 gram setiap hari dalam 2-3 dosis terbagi. Untuk kasus yang parah: Hingga 4.8 gram setiap hari atau lebih tinggi. Diberikan melalui injeksi intravena (pembuluh darah).

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 25-30 derajat Celcius.

Efek Samping Piracetam

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Piracetam, yaitu:

  • Nyeri perut, diare, mual, muntah.
  • Gugup
  • Epilepsi yang memburuk
  • Halusinasi
  • Depresi
  • Mengantuk
  • Vertigo, sakit kepala
  • Insomnia
  • Kebingungan
  • Gangguan keseimbangan
  • Lemas
  • Gangguan pendarahan
  • Ruam, dan gatal

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Piracetam pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Penderita gagal ginjal
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Memiliki riwayat pendarahan otak

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Piracetam:

  • Dapat menyebabkan kebingungan, iritabilitas, dan gangguan tidur dengan ekstrak tiroid (T3 dan T4).
  • Peningkatan efek farmakologis dari antikoagulan, antiplatelet (misalnya Asam asetilsalisilat).

Kategori Kehamilan
Piracetam tidak boleh diberikan pada ibu hamil.

Perhatian Menyusui
Piracetam tidak boleh diberikan pada ibu menyusui.

Artikel
    Penyakit Terkait