Sukses

Pengertian Pinfetil

Pinfetil adalah sediaan obat dalam bentuk tablet yang diproduksi oleh Novell Pharmaceutical Lab. Pinfetil digunakan untuk mengatasi ketidaksuburan (infertilitas) pada wanita dan pria, menstimulasi spermatonegesis pada kasus ketidaksuburan (infertilitas) pria karena rendahnya jumlah atau produksi sprema (oligospermia), dan merangsang ovulasi pada wanita yang mengalami gangguan pada sistem reproduksi wanita (infertilitas anovulasi). Pinfetil mengandung Clomiphene citrate senyawa nonsteroid yang memiliki efek baik estrogen maupun anti-estrogen. Clomifene merangsang ovulasi dengan menghambat efek umpan balik negatif dari estrogen di lokasi reseptor di hipotalamus dan hipofisis, sehingga meningkatkan sekresi gonadotropin-releasing hormone (GnRH) hipotalamus dengan pelepasan follicle stimulating hormone (FSH) dan Luteinizing hormone (LH) hipofisis berikutnya

Keterangan Pinfetil

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antiestrogen
  • Kandungan: Clomiphene citrate 50 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Novell Pharmaceutical Lab
  • Harga: Rp95.000 - Rp155.000/ Strip

Kegunaan Pinfetil

Pinfetil digunakan sebagai terapi hormon untuk mengatasi ketidaksuburan pada wanita dan pria.

Dosis & Cara Penggunaan Pinfetil

Pinfetil merupakan golongan obat keras, sehingga penggunaanya harus sesuai dengan resep dokter. Aturan penggunaan:

  • Gangguan pada sistem reproduksi wanita (Infertilitas anovulasi): 1 tablet setiap hari selama 5 hari dimulai pada hari ke 5 dari siklus menstruasi atau kapan saja dalam kasus amenorea (kondisi tidak mengalami menstruasi). Jika ovulasi tidak terjadi, program lebih lanjut dari 1 tablet, dua kali sehari selama 5 hari dapat diberikan.
  • Rendahnya jumlah sperma (Oligospermia): 1 tablet, setiap hari selama 40-90 hari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu dibawah 25 derajat Celcius, terhindar dari cahaya.

Efek Samping Pinfetil

Efek samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Gangguan dermatologis (kulit)
  • Gangguan sistem saraf pusat
  • Gangguan penglihatan
  • Pembesaran ovarium
  • Pembentukan kista
  • Sakit kepala
  • Kejang
  • Sulit tidur
  • Mual, muntah
  • Diare, sembelit
  • Demam
  • Peningkatan frekuensi dan volume urin
  • Kekeringan vagina
  • Kelainan tiroid dan anomali janin / neonatal

Overdosis

  • Gejala: Mual, muntah, penglihatan kabur, skotomata (kerusakan di lapisan saraf (retina) atau batang saraf (batang optik) mata), pembesaran ovarium dengan nyeri panggul atau perut.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Pasien dengan riwayat penyakit insufisiensi hati, kista ovarium, kelainan organik kelenjar hipofisis, ovarium atau organ reproduksi lainnya
  • Pasien dengan penyakit hati atau riwayat disfungsi hati
  • Perdarahan uterus abnormal
  • Kehamilan

Interaksi Obat
Dapat meningkatkan efek buruk ospemifene.

Kategori Kehamilan
FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Pinfetil dalam kategori X dengan penjelasan sebagai berikut:
Studi pada hewan atau manusia telah menunjukkan kelainan pada janin atau ada bukti risiko pada janin berdasarkan pengalaman manusia. Risiko penggunaan obat ini pada wanita hamil jelas melebihi manfaat yang diharapkan. Obat ini dikontraindikasikan pada wanita hamil dan wanita usia subur yang memiliki kemungkinan hamil.

Perhatian Menyusui
Tidak diketahui apakah Pinfetil diekskresikan dalam ASI. Keputusan harus dibuat apakah akan menghentikan menyusui atau menghentikan obat.

Artikel
    Penyakit Terkait