Sukses

Pengertian Phenobarbital

Phenobarbital adalah obat generik golongan obat psikotropika yang tersedia dalam bentuk sediaan cairan injeksi dan tablet. Phenobarbital berfungsi sebagai manajemen terapi darurat kejang akut, mengatasi epilepsi, memberikan efek menenangkan sebelum operasi, memberikan efek mengantuk. Phenobarbital bekerja dengan cara mengendalikan aktivitas listrik abnormal di sistem saraf dan bagian otak tertentu, yang menjadi penyebab kejang. Obat ini hanya bisa didapatkan berdasarkan resep dari dokter.

Keterangan Phenobarbital

  1. Phenobarbital Tablet
    • Golongan: Obat Psikotropika
    • Kelas Terapi: Antikonvulsan / Hipnotik dan Sedatif
    • Kandungan: Phenobarbital 30 mg; Phenobarbital 50 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip; Botol
    • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Tablet; Botol @ 100 Tablet
    • Farmasi: Kimia Farma; Mersifarma Tirmaku Mercusana; Indofarma.
  2. Phenobarbital Injeksi
    • Golongan: Obat Psikotropika
    • Kelas Terapi: Antikonvulsan / Hipnotik dan Sedatif
    • Kandungan: Phenobarbital 50 mg/ ml; Phenobarbital 100 mg/ml
    • Bentuk: Cairan Injeksi
    • Satuan Penjualan: Ampul
    • Kemasan: Ampul @ 1 ml dan 2 ml
    • Farmasi: Phapros; Marin Liza Farmasi; Mersifarma Tirmaku Mercusana.

Merk dagang yang beredar di Indonesia:
Bellapheen, Ditalin, Pental, Sibital.

Kegunaan Phenobarbital

Phenobarbital digunakan sebagai manajemen terapi darurat kejang akut, mengatasi epilepsi, memberikan efek menenangkan sebelum operasi, memberikan efek mengantuk.

Dosis & Cara Penggunaan Phenobarbital

Phenobarbital termasuk dalam golongan Obat Psikotropika, penggunaan obat ini harus sesuai dengan anjuran resep dokter.

Phenobarbital Cairan Injeksi

  • Memberikan efek menenangkan sebelum operasi
    Dewasa: diberikan dosis 100-200 mg, 60-90 menit sebelum operasi.
    Anak: diberikan dosis16-100 mg, 60-90 menit sebelum operasi.
    Di suntikkan melalui otot.
  • Memberikan efek menenangkan
    Anak: 1-3 mg / kg berat badan sebelum operasi. Di suntikkan melalui pembuluh darah.
  • Hipnotik (memberikan efek mengantuk)
    Dewasa: diberikan dosis 100-320 mg. Jangan diberikan selama > 2 minggu untuk pengobatan insomnia. Di suntikkan melalui otot atau melalui pembuluh darah.
  • Manajemen darurat kejang akut, epilepsi
    Dewasa: diberikan dosis 200-600 mg.
    Anak: diberikan dosis 100-400 mg.
    Di suntikkan melalui otot atau melalui pembuluh darah.

Phenobarbital Tablet

  • Manajemen darurat kejang akut, epilepsi
    Dewasa: diberikan dosis 100-300 mg setiap hari sebelum tidur.
    Anak-anak: diberikan dosis 3-5 mg / kg verat badan atau 125 mg / m2 setiap hari.
    Lansia: Kurangi dosis.
  • Memberikan efek mengantuk
    Dewasa: diberikan dosis 100-320 mg. Jangan diberikan selama > 2 minggu untuk pengobatan insomnia.
    Lansia: Kurangi dosis.
  • Memberikan efek menenangkan sebelum operasi
    Anak: diberikan dosis 1-3 mg / kg berat badan sebelum operasi.
  • Memberikan efek menenangkan
    Dewasa: diberikan dosis 30-120 mg setiap hari dalam 2-3 dosis terbagi.
    Anak-anak: diberikan dosis 6 mg / kg berat badan setiap hari atau 180 mg / m2 setiap hari dalam 3 dosis terbagi.
    Lansia: Kurangi dosis.

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu antara 20-25°C.

Efek Samping Phenobarbital

Efek samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Bradikardia (denyut jantung yang lambat)
  • Sinkop (pingsan)
  • Hipotensi
  • Kecemasan
  • Pusing, sakit kepala
  • Mengantuk
  • Halusinasi
  • Sembelit, mual, muntah.

Kontraindikasi:

  • Depresi berat, porfiria intermiten akut.
    Gangguan ginjal dan hati berat.
    Pemberian obat melalui intra-arteri dan subkutan.

Interaksi obat:

  • Dapat mengurangi kadar antikoagulan oral dalam plasma (misalnya Warfarin, dicoumarol, acenocoumarol, phenprocoumon), kortikosteroid, griseofulvin, doksisiklin, Na valproat, dan asam valproat.
  • Dapat meningkatkan efek depresan SSP bersama fenitoin, antihistamin, obat penenang / hipnotik, tranquiliser.
  • Dapat memperpanjang efek dengan MAOI.
  • Dapat mengurangi efek estradiol, progesteron, estrone, dan hormon steroid lainnya.

Kategori kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Phenobarbital ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Overdosis:

  • Pemberian Phenobarbital yang melebihi dosis yang dianjurkan akan menimbulkan gejala, seperti mengantuk, kelainan pada sistem saraf, ataksia, nistagmus, disinhibisi, hipotensi, hipotonia, hiporeflexia, hipotermia, bunyi usus yang tidak ada, henti jantung, pernapasan dan depresi jantung, syok yang menyebabkan gagal ginjal, koma berkepanjangan.
  • Jika terjadi overdosis, segera lakukan pengobatan simtomatik dan suportif. Berikan arang aktif dalam 1 jam sebelum konsumsi. Pertahankan jalan napas yang memadai. Pemberian dopamin atau dobutamin dalam hipotensi berat. Lakukan hemodialisis atau hemoperfusi arang pada pasien gagal ginjal. Penanganan pasien overdosis harus dibantu oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait