Sukses

Pengertian Phardex

Phardex adalah obat yang mengandung Tizanidine HCl, diproduksi oleh Prima Medika. Phardex diindikasikan untuk mengatasi kejang otot yang berkaitan dengan kelainan tulang belakang statis dan fungsional (sindrom serviks dan lumbar), peradangan sendi pinggul, sebagai terapi tambahan kejang otot karena gangguan neurologis.

Keterangan Phardex

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Relaksan Otot
  • Kandungan: Tizanidine HCl 2 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Prima Medika.

Kegunaan Phardex

Phardex digunakan untuk mengatasi kejang otot yang berkaitan dengan kelainan tulang belakang statis dan fungsional.

Dosis & Cara Penggunaan Phardex

Phardex merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Phardex juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu.

Aturan penggunaan Phardex sebagai berikut:

  • Kejang Otot yang Menyakitkan
    Diberikan dosis 2-4 mg, diminum 3 kali sehari. Dalam kasus yang parah, dosis tambahan 2-4 mg dapat diberikan pada malam hari.
  • Gangguan Neurologis
    Dosis awal: tidak boleh > 6 mg setiap hari dalam 3 dosis terbagi. Dapat ditingkatkan bertahap 2-4 mg pada 1-2 kali interval minggu. Maksimal: 36 mg setiap hari.

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu 25°C.

Efek Samping Phardex

Efek Samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Dosis rendah: Mulut kering, kantuk, pusing, kelelahan.
  • Dosis tinggi: Kelemahan otot, insomnia, hipotensi (tekanan darah rendah), bradikardia (denyut jantung lambat).

Kontraindikasi:

  • Tidak boleh diberikan pada pasien yang hipersensitif.
  • Tidak boleh diberikan pada penderita fungsi hati terganggu.

Interaksi obat:

  • Efek samping depresan meningkat dengan penggunaan bersamaan dengan alkohol.
  • Tmax acetaminophen tertunda.
  • Efek antihipertensi yang ditingkatkan (termasuk diuretik).
  • Agonis α2-adrenergik lainnya.

Kategori kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Phardex ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis:

  • Pemberian Phardex yang melebihi dosis yang dianjurkan akan menimbulkan gejala, seperti mual, muntah, hipotensi, denyut jantung lambat, perpanjangan QT, pusing, miosis, gangguan pernapasan, koma, gelisah, mengantuk.
  • Jika terjadi overdosis, segera lakukan pngobatan simtomatik dan suportif. Kosongkan lambung dengan bilas lambung atau berikan arang aktif dosis tinggi. Pertahankan hidrasi yang memadai. Penanganan pasien overdosis harus dibantu oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait