Sukses

Pengertian Persidal

Persidal adalah obat yang diproduksi oleh Mersifarma Tirmaku Mercusana. Obat ini tersedia dalam tablet salut selaput 1 mg dan 2 mg. Obat ini mengandung Risperidone yang diindikasikan untuk psikosis skizofrenik akut dan kronis dan kondisi psikotik lain dimana gejala positif dan / atau negatif mendominasi, mengurangi gejala afektif terkait dengan skizofrenia.

Keterangan Persidal

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antipsikotik
  • Kandungan: Risperidone 1 mg; Risperidone 2 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 2 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Mersifarma Tirmaku Mercusana
  • Harga: Rp85.000 - Rp170.000/ Strip

Kegunaan Persidal

Persidal diindikasikan untuk mengobati psikosis skizofrenik akut dan kronis dan kondisi psikotik lain di mana gejala positif dan / atau negatif mendominasi. Mengurangi gejala afektif terkait dengan skizofrenia.

Dosis & Cara Penggunaan Persidal

Persidal merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

  1. Dewasa
    • Hari 1: diberikan dosis 1 mg.
    • Hari 2: diberikan dosis 2 mg.
    • Hari 3: diberikan dosis 3 mg diminum 2 x sehari.
    • Dosis optimal yang biasa: dosis 2-4 mg diminum 2 x sehari.
  2. Lansia dengan gangguan ginjal atau hati
    • Dosis awal: dosis 0,5 mg diminum 2 x sehari, dosis dapat ditingkatkan menjadi 1-2 mg diminum 2 x sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 15-25 derajat Celcius, serta terhindar dari cahaya dan kelembaban.

Efek Samping Persidal

Efek samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Insomnia
  • Agitasi (perasaan seperti jengkel, kesal, atau gelisah)
  • Kecemasan
  • Sakit kepala
  • Mengantuk
  • Kelelahan
  • Kadang-kadang: hipotensi ortostatik (penurunan tekanan darah yang terjadi tiba-tiba), refleks takikardia (detak jantung cepat) atau hipertensi, gejala ekstrapiramidal

Overdosis

  • Gejala: Mengantuk, takikardia (denyut jantung diatas normal), hipotensi (tekanan darah rendah), gejala ekstrapiramidal, perpanjangan interval QT, kejang.

Interaksi Obat
Persidal tidak boleh diberikan bersamaan dengan obat-obat berikut:

  • Obat yang bekerja sentral
  • Levodopa
  • Agonis dopamin lainnya

Kategori Kehamilan
Kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Perhatian Menyusui
Persidal terserap kedalam ASI. Efek samping berupa sedasi, gagal tumbuh, gelisah, dan gejala ekstrapiramidal (tremor dan gerakan otot abnormal) pada bayi yang disusui telah dilaporkan. Karena potensi efek samping pada bayi yang disusui, keputusan harus dibuat apakah akan menghentikan menyusui atau menghentikan obat.

Artikel
    Penyakit Terkait