Sukses

Pengertian Perdipine

Perdipine adalah obat yang diproduksi oleh Meprofarm. Obat ini mengandung Nicardipine HCl yang diindikasikan untuk perawatan darurat krisis hipertensi akut selama operasi, keadaan darurat hipertensi. Mekanisme kerja obat ini adalah dengan meraksasi otot polos pembuluh darah koroner dan vasodilatasi koroner, dan meningkatkan pengiriman oksigen miokard pada pasien dengan angina vasospastik.

Keterangan Perdipine

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antagonis Kalsium
  • Kandungan: Nicardipine HCl 1 mg/10 mL
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Ampul
  • Kemasan: Box, 10 Ampul @ 10 mL
  • Farmasi: Meprofarm.
  • Harg: Rp110.000 - Rp310.000/ Ampul

Kegunaan Perdipine

Perdipine injeksi diindikasikan untuk perawatan darurat krisis hipertensi akut selama operasi, keadaan darurat hipertensi.

Dosis & Cara Penggunaan Perdipine

Perdipine merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

  1. Perawatan Darurat Krisis Hipertensi Akut selama Operasi:
    • Dosis: 2-10 mcg/kg berat badan/menit dengan infus intravena
  2. Untuk Penurunan Tekanan Darah secara cepat:
    • Dosis: 10-30 mcg/kg berat badan dengan injeksi intravena.
  3. Keadaan Darurat Hipertensi:
    • Dosis: 0,5-6 mcg/kg berat badan /menit dengan infus intravena dengan kecepatan 0,5 mcg/kg berat badan/menit.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius, serta terhindar dari cahaya.

Efek Samping Perdipine

Efek samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Ileus paralitik (kondisi dimana otot usus mengalami kelumpuhan)
  • Hipoksemia (jaringan tubuh kekurangan oksigen)
  • Angina (nyeri dada)
  • Dispnea (sensasi ketika bernafas tetapi rasanya tidak cukup)
  • Trombositopenia (jumlah trombosit darah rendah)
  • Disfungsi hati
  • Penyakit kuning
  • Takikardia (detak jantung cepat)
  • Jantung berdebar
  • Muka memerah
  • Peningkatan kreatinin
  • Mual, muntah
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Penurunan volume urin
  • Peningkatan serum K

Overdosis

  • Gejala: Hipotensi, denyut jantung dibawah normal, jantung berdebar, kemerahan, mengantuk, kebingungan, bicara cadel.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Pasien dengan stenosis aorta lanjut, angina tidak stabil, syok kardiogenik.
  • Pasien dengan serangan angina akut
  • Hindari penggunaan dalam 1 bulan setelah serangan jantung

Interaksi Obat
Perdipine akan berinteraksi jika diberikan bersamaan dengan:

  • Golongan obat β-blocker
  • Golongan obat penginduksi CYP3A4 (misalnya karbamazepin, rifampisin) atau inhibitor (misalnya simetidin)
  • Ciclosporin
  • Tacrolimus
  • Sirolimus
  • Digoxin

Kategori Kehamilan
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Perdipine ke dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Perhatian Menyusui
Tidak diketahui apakah Perdipine diekskresikan melalui ASI; hindari penggunaan pada ibu menyusui.

Artikel
    Penyakit Terkait