Sukses

Pengertian Pehacort

Pehacort adalah obat memiliki kandungan zat aktif Prednisone dengan bentuk sediaan kaplet yang diproduksi oleh Phapros. Prednisone termasuk dalam golongan Kortikosteroid yang digunakan mengurangi peradangan (antiinflamasi) dengan mencegah pelepasan zat dalam tubuh yang menyebabkan peradangan. Selain itu, Pehacort juga digunakan untuk mengobati berbagai kondisi gangguan alergi. Penggunaan golongan obat kortikosteroid harus sesuai dengan anjuran resep dokter, karena penggunaan obat kortikosteroid yang melebihi dosis akan menyebabkan pembengkakan wajah (moon face) dan juga menyebabkan imunosupresan (golongan obat yang digunakan untuk menekan atau menurunkan sistem kekebalan tubuh).

Keterangan Pehacort

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Kortikosteroid
  • Kandungan: Prednisone 5 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Phapros.

Kegunaan Pehacort

Pehacort digunakan untuk antialergi dan mengurangi peradanganan seperti pada penyakit artritis (peradangan sendi). Selain itu, Pehacort digunakan untuk pengobatan kelainan sistem kekebalan tubuh, kelainan darah, gangguan paru dan pernapasan.

Dosis & Cara Penggunaan Pehacort

Pehacort merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Pehacort juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu.

Aturan penggunaan Pehacort sebagai berikut:

  • Dosis awal 4-48 mg/hari dalam 1-4 dosis terbagi
  • Dapat diberikan dalam dosis yang lebih besar sesuai kebutuhan.

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu antara 15-30°C. Lindungi dari cahaya dan kelembaban.

Efek Samping Pehacort

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Pehacort, antara lain:

  • Insomnia
  • Sakit kepala
  • Peningkatan kerentanan dan keparahan infeksi
  • Retensi Na dengan edema
  • Peningkatan ekskresi K
  • Peningkatan berat badan
  • Peningkatan nafsu makan
  • Berkurangnya toleransi glukosa
  • Osteoporosis (terkait dosis)
  • Penekanan imun
  • Efek okular (misalnya katarak subkapsular, glaukoma, infeksi mata)
  • Gangguan kejiwaan (misalnya depresi, euforia, insomnia, perubahan suasana hati, perubahan kepribadian).

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Pehacort pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Infeksi jamur sistemik.
  • Bersamaan vaksin hidup atau hidup dilemahkan (pada pasien yang menerima dosis imunosupresif).

Interaksi obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Pehacort:

  • Peningkatan risiko aritmia dengan glikosida atau digitalis.
  • Kehilangan penekan kortikosteroid yang diinduksi adrenal dengan aminoglutethimide.
  • Risiko hipokalemia dengan K-depleting agen (amfoterisin B dan diuretik).
  • Dapat menurunkan tingkat serum isoniazid.
  • Peningkatan klirens dengan cholestyramine.
  • Risiko kejang dengan siklosporin.
  • Penurunan klirens dengan antibiotik macrolide.
  • Penurunan metabolisme dengan estrogen, termasuk kontrasepsi oral.
  • Peningkatan konsentrasi plasma jika digunakan dengan ketoconazole dan eritromisin.
  • Risiko efek pada saluran cerna dengan aspirin atau OAINs lainnya.
  • Dapat meningkatkan efek antikoagulan dari warfarin
  • Dapat mengurangi efek terapi antidiabetik.

Kategori kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Pehacort ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait