Sukses

Pengertian Pehacain

Pehacain adalah obat yang diproduksi oleh Phapros. Obat ini mengandung zat aktif lidocaine dan epinephrine. 

Pehacain digunakan untuk anestesi lokal atau regional, blok saraf, serta anestesi epidural dan kaudal.

Keterangan Pehacain

Berikut adalah keterangan obat Pehacain injeksi yang sebaiknya diketahui:

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Anestesi.
  • Kandungan: Lidocaine 20 mg dan Epinephrine 0.0125 mg/mL.
  • Bentuk: Cairan Injeksi.
  • Satuan Penjualan: Ampul.
  • Kemasan: Ampul @ 2 mL.
  • Farmasi: Phapros.
  • Harga: Rp. 70.000 - Rp. 120.000/ Ampul.

Artikel Lainnya: Serba-serbi Pembiusan

Kegunaan Pehacain

Pehacain digunakan untuk anestesi lokal atau regional, blok saraf, serta anestesi epidural dan kaudal.

Dosis & Cara Penggunaan Pehacain

Pehacain injeksi adalah obat keras. Maka dari itu, penyuntikan Pehacain injeksi melalui intravena atau intramuskular harus dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Aturan penggunaan obat ini sebagai injeksi anestesi lokal atau regional, blok saraf; anestesi epidural dan kaudal adalah sebagai berikut: 

Dosis tergantung pada faktor-faktor seperti rute, jenis dan luas prosedur bedah, durasi anestesi, dan kondisi serta usia pasien. Dosis maksimal lidokain diberikan dengan epinefrin: 7 mg/ kg dan tidak lebih 500 mg.

Cara Penyimpanan Pehacain

Simpan pada suhu antara 2-8 derajat Celsius, buang dalam waktu 3 hari setelah dibuka. 

Artikel Lainnya: Mengatasi Badan Lemas setelah Operasi

Efek Samping Pehacain

Efek samping yang dapat muncul selama penggunaan Pehacain injeksi, yaitu:

  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Otot berkedut.
  • Rasa sakit.
  • Jantung berdebar.
  • Edema paru.
  • Hiperglikemia.
  • Kegelisahan.
  • Epidural dapat menyebabkan hipotensi, bradikardia, mual dan muntah.
  • Injeksi intraoral dapat menyebabkan reaksi stres seperti diaforesis, palpitasi, hiperventilasi, pucat umum, dan pingsan.

Artikel Lainnya: Efek Bius Total Operasi Plastik pada Lansia

Overdosis

Gejala overdosis Pehacain yang dapat muncul, antara lain:

  • Pusing.
  • Kesemutan.
  • Mengantuk.
  • Kebingungan.
  • Koma.
  • Kejang.
  • Henti napas.
  • Edema paru.
  • Gangguan irama jantung, toksisitas jantung.
  • Gagal ginjal.
  • Asidosis metabolik dan hipertensi yang dapat menyebabkan perdarahan subaraknoid dan hemiplegia. 

Penanganan yang dapat diberikan oleh tenaga medis profesional, yakni pengobatan suportif dan spesifik gejala. 

Artikel Lainnya: 6 Hal yang Harus Dipersiapkan Ibu Sebelum Operasi Caesar

Kontraindikasi

Hindari penggunaan Pehacain jika pasien mempunyai indikasi berikut ini:

  • Takikardia.
  • Hipertensi.
  • Arteriosklerosis serebral.
  • Penyakit jantung iskemik.

Interaksi Obat

Interaksi obat dapat terjadi apabila pasien menggunakan Pehacain bersamaan dengan jenis obat berikut:

  • Benzodiazepin.
  • Siklosporin.
  • Fluvoxamine.
  • Trifluoperazine.
  • Dextromethorphan.
  • Propranolol.
  • Mikonazol.
  • Cimetidine.
  • Diklofenak.
  • Rifamycin.
  • Lovastatin dan simvastatin.
Artikel
    Penyakit Terkait