Sukses

Pengertian Pegasys

Pegasys adalah obat berbentuk cairan injeksi yang mengandung Peg-Interferon Alfa 2A. Obat ini diproduksi oleh F. Hoffmann La Roche dan didaftarkan oleh Boehringer Ingelheim Indonesia.

Interferon Alfa 2A bekerja sebagai antitumor pada beberapa limfoma dan tumor padat. Pegasys injeksi juga digunakan dalam terapi hepatitis B kronis dan hepatitis C kronis. Pada terapi ini, sebaiknya Pegasys dikombinasikan dengan Ribavirin.

Artikel Lainnya: Begini Cara Melindungi Hati dari Serangan Hepatitis

Keterangan Pegasys

Berikut adalah beberapa keterangan obat Pegasys yang sebaiknya diketahui:

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antivirus.
  • Kandungan: Peg-Interferon Alfa 2A 135 mcg; Peg-Interferon Alfa 2A 180 mcg.
  • Bentuk: Cairan Injeksi.
  • Satuan Penjualan: Box.
  • Kemasan: Box, 1 Syringe @ 0.5 mL.
  • Farmasi: F Hoffman La Roche/ Boehringer Ingelheim Indonesia.
  • Harga: Rp. 1.500.000 - Rp. 2.500.000/ Box.

Kegunaan Pegasys

Pegasys digunakan dalam terapi hepatitis B kronis dan hepatitis C kronis.

Artikel Lainnya: Antara Hepatitis B dan C, Mana Lebih Berbahaya?

Dosis dan Cara Penggunaan Pegasys

Pegasys termasuk obat keras. Oleh karena itu, penyuntikan Pegasys injeksi melalui bawah kulit harus dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Subkutan hepatitis C kronis monoterapi atau dikombinasikan dengan Rivabirin:

  • Pada pasien yang belum pernah menggunakan pengobatan: 180 mg sekali seminggu. Durasi pengobatan dapat bervariasi tergantung pada genotipe HCV, lihat pedoman produk terperinci.
  • Pada pasien yang berpengalaman dengan pengobatan: 180 mg sekali seminggu selama 48 minggu.
  • Hepatitis B kronis 180 mcg sekali seminggu selama 48 minggu.

Cara Penyimpanan Pegasys

Simpan pada suhu antara 2-8 derajat Celsius. Jangan dibekukan dan jangan dikocok.

Efek Samping Pegasys

Efek samping yang mungkin terjadi setelah penggunaan Pegasys injeksi, yaitu:

  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot.
  • Lelah.
  • Demam.
  • Depresi.
  • Mual.
  • Kebotakan rambut.
  • Reaksi hipersensitif akut di tempat injeksi.
  • Gejala mirip flu.
  • Sulit tidur.
  • Kecemasan.

Artikel Lainnya: Amankah Bayi Minum ASI dari Ibu yang Kena Hepatitis B?

Overdosis

Gejala overdosis Pegasys, antara lain:

  • Kelelahan.
  • Peningkatan enzim hati.
  • Neutropenia. 
  • Trombositopenia.  

Penanganan overdosis hanya dapat diberikan oleh tenaga medis profesional.

Kontraindikasi

Hindari penggunaan Pegasys apabila pasien memiliki indikasi sebagai berikut:

  • Kondisi kejiwaan yang parah, terutama depresi berat.
  • Riwayat penyakit jantung.
  • Gagal ginjal kronis.
  • Riwayat penyakit autoimun.
  • Sirosis hati.
  • Penyakit tiroid.
  • Wanita hamil atau wanita usia subur, dan wanita menyusui.
  • Usia di bawah 18 tahun.

Artikel Lainnya: Tips Hidup Sehat untuk Penderita Hepatitis

Interaksi Obat

Berikut adalah interaksi obat yang dapat terjadi saat penggunaan Pegasys:

Obat yang dimetabolisme oleh sistem enzim CYP1A2, CYP2C8/9 dan CYP2D6, metadon dosis tinggi.

Kategori Kehamilan

Kategori X. Telaah terhadap hewan maupun manusia telah memperlihatkan adanya risiko kelainan pada janin. Risiko penggunaan obat melebihi manfaat yang diharapkan.

Peringatan Menyusui

Belum ada data tentang apakah Pegasys terserap ke dalam ASI. Konsultasikan kepada dokter sebelum menggunakan obat ini.

Artikel
    Penyakit Terkait