Sukses

Pengertian Pedizinc

Pedizinc adalah sediaan sirup yang mengandung Zinc, diproduksi oleh Dexa Medica. Zinc merupakan salah satu mineral yang dibutuhkan tubuh. Mineral ini memiliki beragam manfaat, misalnya untuk membantu penyembuhan luka, berperan dalam indera perasa dan penciuman. Selain itu, Pedizinc digunakan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh, membantu pertumbuhan sel, dan mengurai karbohidrat.

Keterangan Pedizinc

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas
  • Kelas Terapi: Vitamin dan mineral
  • Kandungan: Zinc 20 Mg/5 ml
  • Bentuk: Sirup
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Box, 1 Botol @ 60 mL
  • Farmasi: Dexa Medica.

Kegunaan Pedizinc

Pedizinc digunakan pada kasus diare yang parah penyakit yang menyebabkan usus kesulitan menyerap zinc, sirosis (kerusakan) pada organ hati dan kecanduan minuman keras, atau setelah menjalani operasi besar.

Dosis & Cara Penggunaan Pedizinc

Pedizinc merupakan obat bebas sehingga untuk pembeliannya tidak memerlukan resep dokter.

  • Pemakaian Pedizinc diberikan 1 kali sehari selama 10 hari, bahkan jika diare sudah berhenti tetap diteruskan.
  • Bayi 2-6 bulan: 5 ml diberikan setiap hari selama 10 hari berturut turut.
  • Anak 6 bulan-5 tahun: 10 mL diberikan setiap hari selama 10 hari berturut turut.

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu di bawah 30°C. Setelah kemasan dibuka, stabil dalam penyimpanan selama 10 hari.

Efek Samping Pedizinc

Efek samping selama mengonsumsi Pedizinc yaitu sakit perut, mual, muntah, diare, iritasi pada lambung, lelah, dan sakit kepala.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi kadar tembaga yang rendah dalam darah dan menderita penyakit ginjal.

Interaksi obat:

  • Penicillamine.
  • obat yang mengandung fosfor.
  • Tetrasiklin.
  • Golongan kuinolon.
  • Bisphosphonate.
  • Obat yang mengandung zat besi atau kalsium.

Kategori kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Pedizinc ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait