Sukses

Pengertian Paxus

Paxus adalah obat kemoterapi yang digunakan untuk menangani berbagai jenis kanker, seperti kanker payudara, kanker ovarium, kanker kepala dan leher, dan kanker nasofaring.

Obat ini mengandung paclitaxel yang bekerja dengan menghambat pembelahan sel-sel kanker.

Paxus tersedia dalam beberapa kekuatan dosis yang berbeda, yaitu Paxus 30 mg dan 100 mg.

Artikel Lainnya: Amankah Konsumsi Kedelai bagi Penderita Kanker Payudara?

Keterangan Paxus

Paxus

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Cytotoxic Chemotherapy
  • Kandungan: Paclitaxel 100 mg/16,7 mL; Paclitaxel 30 mg/5 mL
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Kemasan: Box, 1 Vial @ 16.7 mL; Box, 1 Vial @ 5 mL
  • Farmasi: Kalbe Farma
  • Harga: Rp1.100.000 - Rp2.500.000/ Box

Kegunaan Paxus

Paxus digunakan untuk pengobatan kemoterapi.

Artikel Lainnya: Apakah Kanker Nasofaring Bisa Sembuh?

Dosis dan Cara Penggunaan Paxus

Paxus merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter.

  1. Dosis untuk pasien dengan kanker ovarium:
  • Pasien kanker ovarium yang tidak pernah diterapi sebelumnya: 175 mg/m2 selama tiga jam setiap tiga minggu dilanjutkan dengan cisplatin.
  • Pasien yang pernah memiliki kanker ovarium: 175 mg/m2 selama lebih dari tiga jam setiap tiga minggu.
  1. Dosis untuk pasien dengan sarkoma kaposi:
  • Sarkoma kaposi pada pasien dengan HIV: 135 mg/m2 selama lebih dari tiga jam setiap tiga minggu.

Cara Penyimpanan Paxus

Simpan di bawah 25 derajat Celsius.

Efek Samping Paxus

Efek samping yang dapat timbul adalah:

Artikel Lainnya: Waspada, Kanker Ini Sering Menyerang Wanita!

Kontraindikasi

Jangan memberikan Paxus pada pasien dengan kondisi:

  • Penyakit infeksi
  • Anemia
  • Tekanan darah rendah
  • Neuropati perifer
  • Gangguan hati
  • Wanita hamil dan menyusui

Interaksi Obat

Berikut ini interaksi obat yang bisa terjadi pada penggunaan Paxus:

  • Menaikkan konsentrasi plasma dengan penghambat CYP2C8 & CYP3A4
  • Menurunkan kemanjuran plasma dengan penginduksi CYP2C8 & CYP3A4

Kategori Kehamilan

Kategori D: Ada bukti bahwa obat berisiko pada janin manusia. Namun, manfaat obat mungkin lebih besar daripada risikonya, misalnya untuk kondisi yang membahayakan jiwa.

Peringatan Menyusui

Tidak diketahui apakah Paxus terserap ke dalam ASI atau tidak. Hentikan menyusui, jika memang sang ibu memerlukan pengobatan dengan Paxus.

Artikel
    Penyakit Terkait