Sukses

Pengertian Parazon

Parazon adalah obat dalam bentuk sediaan kaplet yang diproduksi oleh Erela. Parazon mengandung zat aktif Paracetamol, Propyphenazone dan Caffein. Paracetamol digunakan untuk meredakan rasa sakit ringan hingga menengah dan dapat digunakan untuk menurunkan demam. Kombinasi Paracetamol dan Propyphenazone berfungsi untuk membantu meringankan sakit kepala, seperti migrain. Sedangkan Caffein berfungsi untuk menggantikan adenosin, zat kimia yang membuat tubuh lelah, sehingga tubuh terasa lebih segar.

Keterangan Parazon

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas
  • Kelas Terapi: Analgesik dan Antipiretik
  • Kandungan: Paracetamol 250 mg, Propyphenazone 150 mg, Caffein 50 mg
  • Bentuk: Kaplet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 10 Amplop @ 1 Strip @ 10 Kaplet
  • Farmasi: Erela

Kegunaan Parazon

Parazon digunakan untuk mengobati migrain.

Dosis & Cara Penggunaan Parazon

Parazon termasuk dalam golongan obat bebas terbatas, sehingga pembelian dalam jumlah tertentu dapat diperoleh di apotek tanpa menggunakan resep dokter.

Dosis: 1 kaplet, diminum 3 kali sehari. Dapat diminum sesudah makan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya nyeri pada lambung.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 ° C.

Efek Samping Parazon

Efek samping yang mungkin terjadi selama pemakaian Parazon antara lain gangguan saluran cerna, mengantuk dan reaksi alergi seperti ruam, gatal.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Parazon pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Alergi terhadap kandungan obat.
  • Penderita dengan gangguan fungsi hati yang berat.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Parazon:

  • Meningkatkan efek analgetik paracetamol dengan metoclopramide
  • Meningkatkan potensi kerusakan hati dengan carbamazepine, fenobarbital dan fenitoin
  • Mengurangi efek farmakologis dengan Kolestiramin dan lixisenatide.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Parazon ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait