Sukses

Pengertian Papaverine HCl

Papaverine HCl adalah obat yang digunakan untuk melemaskan otot-otot polos, sehingga tidak menyebabkan kejang dan dapat memperlacar sirkulasi darah. Otot polos adalah otot yang tidak dapat dikontrol geraknya seperti otot organ dalam, saluran pencernaan, dan pembuluh darah. Apabila otot polos tersebut mengalami ketegangan maka sirkulasi tidak berjalan lancar dan menyebabkan nyeri.

Keterangan Papaverine HCl

  1. Papaverine HCl Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Spasmolitik
    • Kandungan: Papaverin HCl 40 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Botol plastik @ 100 Tablet
    • Farmasi: Mega Esa Farma; Yekatria Farma.
    • Harga: Rp4.00 - Rp1.500/ Tablet
  2. Papaverine HCl Injeksi
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Spasmolitik
    • Kandungan: Papaverin HCl 40 mg
    • Bentuk: Cairan Injeksi
    • Satuan Penjualan: Ampul; Vial
    • Kemasan: Ampul @ 1 mL; Vial @ 10 mL
    • Farmasi: Ipha Laboratories; Ikapharmindo Putramas
    • Harga: -

Kegunaan Papaverine HCl

Papaverine HCl digunakan untuk melemaskan otot-otot polos, sehingga tidak menyebabkan kejang dan dapat memperlacar sirkulasi darah.

Dosis & Cara Penggunaan Papaverine HCl

Papaverine HCl merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Papaverine HCl juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu.

  • Dewasa: 3 kali sehari 1-2 tablet.
  • Anak-anak: 2,5 mg/kgBB dibagi dalam 4 dosis terbagi.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius. Lindungi dari cahaya.

Efek Samping Papaverine HCl

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Papaverin HCl:

  • Mengantuk
  • Lemas
  • Sakit kepala
  • Mudah berkeringan
  • Nyeri lambung, mual dan muntah
  • Diare dan sembelit
  • Nafsu makan berkurang
  • Wajah memerah
  • Muncul ruam pada kulit

Overdosis

  • Pemberian Papaverine HCl yang melebihi dosis yang dianjurkan akan menimbulkan gejala, seperti ketidakstabilan vasomotor, mual, muntah, kelemahan, depresi sistem saraf pusat, pusing, detak jantung cepat.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap Papaverin
  • Pasien yang memiliki riwayat penyakit sindrom peyronie, meiloma, leukimia, dan anemia.

Interaksi obat

  • Morfin HCl jika dikombinasikam dengan papaverin dapat meningkatkan efek mengantuk
  • Aktivitas farmakologi dari levodopa dapat berkurang apabila dikonsumsi bersama dengan papaverin HCl.

Kategori kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Papaverine HCl ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Perhatian Menyusui
Tidak diketahui apakah Papaverine HCl dapat terserap kedalam ASI atau tidak. Gunakan dengan hati-hati dan konsultasikan pada dokter.

 

Artikel
    Penyakit Terkait