Sukses

Pengertian Pantopump Kaplet

Pantopump adalah obat yang dalam bentuk serbuk injeksi yang mengandung pantoprazole sodium yang berfungsi untuk mengatasi tukak duodenum, tukak lambung, inflamasi esofagus sedang hingga berat.

Keterangan Pantopump Kaplet

  • Golongan : Obat Keras
  • Kelas Terapi : Antasid, Obat Antirefluks dan Antiulserasi
  • Kandungan : Pantoprazole Sodium Sesquihydrate 40 mg
  • Bentuk : Tablet
  • Satuan Penjualan : Strip
  • Kemasan : Strip @ 7 Tablet
  • Farmasi : Phapros

Kegunaan Pantopump Kaplet

Pantopump adalah obat yang digunakan untuk mengatasi tukak duodenum, tukak lambung, kasus inflamasi esofagus (refluks esofagitis) sedang dan berat.

Dosis & Cara Penggunaan Pantopump Kaplet

Pantopump merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan pantopump juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Dosis dan Cara Penggunaan Pantopump 40 mg Vial :
1 vial (40 mg) injeksi intravena per hari.

Dosis Penggunaan pantopump tablet
Dewasa : 40 mg sehari sekali

Efek Samping Pantopump Kaplet

Efek Samping :
Gangguan saluran cerna seperti diare, nyeri perut, konstipasi, mual, kembung, muntah, dan mulut kering.

Kontraindikasi :
Tidak boleh digunakan oleh pasien yang telah diketahui memiliki alergi terhadap kandungan obat Pantopump, wanita hamil dan anak.

Interaksi Obat :
Dapat berinteraksi dengan obat atau senyawa lainnya yang dimetabolisme oleh sistem enzim sitokrom P450.

Kategori Kehamilan :
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Pantopump kedalam Kategori B dengan penjelasan sebagai berikut :

Studi reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita pada trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait