Sukses

Pengertian Pantoprazole

Pantoprazole adalah obat yang digunakan untuk mengatasi pencegahan luka atau tukak yang diinduksi obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS) serta mengobati penyakit tukak lambung, kemunculan tumor pada pankreas (Sindrom Zollinger-Ellison), dan penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD). Pantoprazole bekerja dengan cara menghambat sel-sel di lapisan lambung yang berfungsi menghasilkan asam lambung, sehingga produksi asam lambung berkurang.

Keterangan Pantoprazole

  1. Pantoprazole Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antasida, Agen Antirefluks dan Antiulserasi
    • Kandungan: Pantoprazole Sodium 20 mg; Pantoprazole Sodium 40 mg
    • Bentuk: Tablet Salut Enterik
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 Tablet Salut Enterik
    • Farmasi: Dexa Medica; Etercon; Mahakam Beta Farma
  2. Pantoprazole Injeksi
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antasida, Agen Antireflux dan Antiulceran
    • Kandungan: Pantoprazole Sodium 40 mg
    • Bentuk: Serbuk Injeksi 
    • Satuan Penjualan: Vial
    • Kemasan: Box, 1 Vial @ 40 mg
    • Farmasi: Hexpharm; Phapros; Sanbe Farma; Bernofarm; Ikapharmindo Putramas; Pertiwi Agung; Guardian Pharmatama.

Kegunaan Pantoprazole

Pantoprazole digunakan untuk meredakan gejala meningkatnya asam lambung pada penderita kemunculan tumor pada pankreas (Sindrom Zollinger-Ellison), penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD), dan tukak lambung.

Dosis & Cara Penggunaan Pantoprazole

Pantoprazole merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian dan penggunaannya harus menggunakan resep Dokter.

Aturan penggunaan Pantoprazole Tablet:

  • Tukak Lambung: 40 mg sekali sehari (meningkat hingga 80 mg jika perlu) selama 2-4 minggu untuk tukak duodenum atau 4-8 minggu untuk tukak lambung yang jinak.
  • Penyakit refluks gastroesofagus
    Dewasa: 20-40 mg sekali sehari selama 4 minggu (meningkat menjadi 8 minggu jika perlu).
    Pemeliharaan: 20-40 mg setiap hari. Atau, 20 mg setiap hari pada gejala yang berulang.
    Anak ≥5 tahun 15–40 kg: 20 mg sekali sehari hingga 8 minggu; > 40 kg: 40 mg sehari sekali hingga 8 minggu.
  • Pencegahan luka atau tukak yang diinduksi obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS)
    Dewasa: 20 mg sekali sehari.
  • Kemunculan tumor pada pankreas (Sindrom Zollinger-Ellison)
    Dewasa: 40 mg tawaran (disesuaikan hingga 240 mg / hari jika perlu).
    Dosis harian > 80 mg harus diberikan dalam 2 dosis terbagi.

Aturan penggunaan Pantoprazole Injeksi:

  • Kemunculan tumor pada pankreas (Sindrom Zollinger-Ellison)
    Dewasa: 80 mg sekali atau dua kali sehari sebagai injeksi lambat atau infus jangka pendek selama 2-15 menit. Beralihlah ke terapi oral sesegera mungkin.
  • Penyakit Gastroesophageal reflux disease (GERD), tukak lambung
    Dewasa: 40 mg setiap hari sebagai injeksi lambat atau infus jangka pendek selama 2-15 menit. Beralihlah ke terapi oral sesegera mungkin.

Efek Samping Pantoprazole

Efek Samping yang mungkin terjadi adalah:
Infeksi saluran cerna (misal. Salmonella, Campylobacter), Mual, muntah, diare, sembelit, perut kembung, sakit perut, pencernaan yg terganggu, mulut kering, lemas ,kelelahan, malaise, Peningkatan enzim hati, biduran(Urtikaria), Sakit kepala, pusing, vertigo, Insomnia, ruam, gatal (pruritus), rendahnya kadar magnesium dalam tubuh rendah (Hipomagnesemia), cutaneous lupus erythematosus(SLE), patah tulang karena osteoporosis, lubang kelenjar fundus, karsinoma, diare terkait bakteri Clostridium difficile, dan defisiensi vitamin B12 (terapi jangka panjang).

Kontraindikasi:
Penggunaan bersamaan dengan rilpivirine dan atazanavir.

Interaksi Obat:

  • Dapat menurunkan konsentrasi rilpivirine dan atazanavir dalam plasma.
  • Peningkatan risiko hipomagnesemia dengan diuretik. Peningkatan risiko efek kardiotoksik yang diinduksi digoxin. Dapat meningkatkan International Normalized Ratio atau INR dan waktu protrombin warfarin.
  • Dapat meningkatkan konsentrasi metotreksat dalam plasma.
  • Dapat menurunkan absorpsi itrakonazol, ketokonazol, posaconazole, erlotinib.
  • Dapat mengurangi efek terapeutik clopidogrel.

Kategori Kehamilan:
FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Pantoprazole dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait