Sukses

Demam, sakit kepala, atau sakit gigi bisa diatasi dengan Panadol. Apa itu obat Panadol? Simak di sini kandungan dan aturan pakainya.

 Panadol

Panadol

Golongan: Obat Bebas
Kategori Obat: Analgetik antipiretik
Dikonsumsi oleh: Dewasa dan anak
Bentuk obat: Kaplet, tablet kunyah, drop, sirup
Panadol untuk ibu hamil dan menyusui:

Kategori B: Studi pada binatang tidak menunjukkan obat berbahaya pada janin. Namun, studi terhadap wanita hamil belum memadai.

Peringatan Menyusui: Paracetamol terdistribusi ke dalam ASI dalam jumlah sedikit jadi masih terbilang aman untuk bayi.

Pengertian Panadol

Sakit kepala tiba-tiba bisa disebabkan oleh banyak faktor, seperti kurang tidur, terlambat makan, kelelahan, atau sebagai gejala penyakit lain.

Sedia Panadol di tas bisa membantu jika suatu waktu sakit kepala datang di tengah aktivitas.

Panadol adalah sediaan obat yang mengandung paracetamol. Obat ini memiliki beragam jenis fungsi.

Yakni, Panadol biru, Panadol merah (Extra), dan Panadol Anak.

Ketiga varian ini digunakan untuk meredakan sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot, dan menurunkan demam.

Panadol juga tersedia dalam dua varian fungsi lainnya, seperti Panadol flu dan batuk dan Panadol hijau (Cold + Flu).

Varian Cold + Flu digunakan untuk membantu meredakan gejala flu yang disertai dengan batuk tidak berdahak.

Berikut penjelasan lengkap seputar kegunaan Panadol Biru, Panadol Merah, dan Panadol Cold+Flu untuk apa.

Keterangan Panadol

1. Panadol Kaplet (Panadol Biru)

  • Golongan: Obat bebas
  • Kelas Terapi: Analgesik (non-opioid) dan antipiretik
  • Kandungan: Paracetamol 500 mg
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Boks, 10 strip @10 kaplet
  • Farmasi: Sterling Products Indonesia/Glaxo Wellcome Indonesia
  • Harga Panadol Biru: Rp8.000 - Rp14.000/strip

2. Kaplet Panadol Extra (Panadol Merah)

  • Golongan: Obat bebas
  • Kelas Terapi: Analgesik (non-opioid) dan antipiretik
  • Kandungan: Paracetamol 500 mg, caffeine 65 mg
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Boks, 10 strip @10 kaplet
  • Farmasi: Sterling Products Indonesia/Glaxo Wellcome Indonesia
  • Harga Panadol Merah: Rp9.500 - Rp18.000/strip

Artikel Lainnya: Waspada, Kebiasaan Ini Bikin Anda Rentan Kena Flu

3. Panadol Anak Tablet Kunyah

  • Golongan: Obat bebas
  • Kelas Terapi: Analgesik (non-opioid) dan antipiretik
  • Kandungan: Paracetamol 120 mg
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Boks, 10 strip @10 tablet kunyah
  • Farmasi: Sterling Products Indonesia/Glaxo Wellcome Indonesia
  • Harga Panadol Anak Tablet: Rp11.000 - Rp25.000/strip

4. Panadol Anak Drops

  • Golongan: Obat bebas
  • Kelas Terapi: Analgesik (non-opioid) dan antipiretik
  • Kandungan: Paracetamol 100 mg/ml
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Botol @15 ml
  • Farmasi: Sterling Products Indonesia/Glaxo Wellcome Indonesia
  • Harga Panadol Anak Drops: Rp38.000 - Rp55.000/botol

5. Panadol Anak Sirup

  • Golongan: Obat bebas
  • Kelas Terapi: Analgesik (non-opioid) dan antipiretik
  • Kandungan: Paracetamol 160 mg/5 ml
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Botol @30 ml; botol @60 ml
  • Farmasi: Sterling Products Indonesia/Glaxo Wellcome Indonesia
  • Harga Panadol Anak Sirup: Rp24.000 - Rp100.000/botol

6. Panadol Anak Sirup Forte

  • Golongan: Obat bebas
  • Kelas Terapi: Analgesik (non-opioid) dan antipiretik
  • Kandungan: Paracetamol 250 mg/5 ml
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Botol @60 ml
  • Farmasi: Sterling Products Indonesia/Glaxo Wellcome Indonesia
  • Harga Panadol Anak Sirup Forte: Rp44.000 - Rp100.000/botol

7. Panadol Flu dan Batuk Kaplet

  • Golongan: Obat bebas terbatas
  • Kelas Terapi: Analgesik (non-opioid) dan antipiretik
  • Kandungan: Paracetamol 500 mg, phenylephrine HCl 5 mg, dextromethorphan HBr 15 mg
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Boks, 10 strip @10 kaplet
  • Farmasi: Sterling Products Indonesia/Glaxo Wellcome Indonesia
  • Harga Panadol Flu dan Batuk: Rp11.500 - Rp26.000/strip

8. Panadol Cold + Flu Kaplet

  • Golongan: Obat bebas terbatas
  • Kelas Terapi: Analgesik (non-opioid) dan antipiretik
  • Kandungan: Paracetamol 500 mg, pseudoephedrine HCl 30 mg, dextromethorphan HBr 15 mg
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Boks, 10 strip @10 kaplet
  • Farmasi: Sterling Products Indonesia/Glaxo Wellcome Indonesia
  • Harga Panadol Cold + Flu: Rp11.500 - Rp26.000/strip

Kegunaan Panadol

Panadol Biru, Panadol Extra, dan Panadol Anak:

Panadol Flu dan Batuk, Panadol Cold + Flu:

  • membantu meredakan gejala flu
  • membantu meredakan gejala batuk tidak berdahak

Dosis dan Aturan Pakai Panadol

Cara penggunaan Panadol adalah sebagai berikut: 

1. Panadol Biru

Tujuan: sakit kepala, sakit gigi dan demam

  • Dewasa dan anak ≥12 tahun: 1-2 kaplet, 3-4 kali sehari. Maksimal 8 kaplet per hari.
  • Anak-anak 6-11 tahun: ½-1 kaplet, 3-4 kali sehari. Maksimal 4 kaplet per hari.

2. Panadol Merah (Extra)

Tujuan: sakit kepala, sakit gigi, dan demam

  • Dewasa dan anak ≥12 tahun: 1 kaplet, 3-4 kali sehari. Maksimal 8 kaplet per hari.

3. Panadol Anak Tablet Kunyah

Tujuan: meredakan nyeri dan demam pada anak

  • Anak usia 2-5 tahun: 1-2 tablet kunyah, 3-4 kali sehari.
  • Anak usia 6-12 tahun: 2-4 tablet kunyah, 3-4 kali sehari.
  • Tablet dapat dikunyah langsung, dihancurkan, atau dicampurkan dengan air/jus buah.

4. Panadol Anak Drops

Tujuan: meredakan nyeri dan demam pada anak

  • Anak usia 7-12 tahun: 2,4 ml, diminum 3-4 kali sehari.
  • Anak usia 4-6 tahun: 1,2 ml, diminum 3-4 kali sehari.
  • Anak usia 1-3 tahun: 0,6-1,2 ml, diminum 3-4 kali sehari.
  • Anak usia < 1 tahun: 0,6 ml, diminum 3-4 kali sehari.

Artikel Lainnya: Berkeringat Saat Flu Bikin Kondisi Tubuh Membaik, Ini Alasannya

5. Panadol Anak Sirup

Tujuan: meredakan nyeri dan demam

  • Dewasa: 15-30 ml, diminum 3-4 kali sehari.
  • Anak usia 7-12 tahun: 10 ml, 3-4 kali sehari.
  • Anak usia 4-6 tahun: 5 ml, 3-4 kali sehari.
  • Anak usia 1-3 tahun:5-5 ml, 3-4 kali sehari.
  • Anak usia 6-12 bulan:5 ml, 3-4 kali sehari.

6. Panadol Anak Sirup Forte

Tujuan : Meredakan nyeri dan demam

  • Anak usia 6-12 tahun: 3-4 kali sehari, 1 sendok takar (5 mL).
  • Anak usia diatas 12 tahun: 3-4 kali sehari, 2 sendok takar (10 mL).

7. Panadol Flu dan Batuk Kaplet

Tujuan: meredakan flu dan demam

  • Dewasa: 1 kaplet diberikan setiap 4-6 jam. Maksimal 8 kaplet per hari.

8. Panadol Cold + Flu Kaplet

Tujuan: meredakan gejala flu dan batuk

  • Dewasa: 1 kaplet diberikan setiap 4-6 jam. Maksimal 8 kaplet per hari.

Cara Menggunakan Panadol

Berikut adalah beberapa hal terkait penggunaan obat Panadol.

  • Gunakan Panadol sesuai dengan petunjuk di kemasan atau sesuai dengan petunjuk dokter. Jangan melebihkan atau mengurangi dosis yang dianjurkan.
  • Untuk menghindari lupa mengonsumsi obat, sebaiknya Panadol dikonsumsi di waktu yang sama.
  • Panadol tidak untuk penggunaan jangka panjang. Segera hubungi dokter jika gejala tidak berkurang untuk mendapatkan terapi lain yang lebih efektif.

Cara Penyimpanan Panadol

Simpan obat ini pada suhu di bawah 30 derajat Celsius, di tempat kering, dan sejuk.

Efek Samping Panadol

Efek samping selama penggunaan Panadol paracetamol yang dapat terjadi, antara lain:

  • kerusakan hati jika digunakan dalam jangka panjang dan dalam dosis besar
  • reaksi hipersensitif (alergi)
  • pembengkakan pada bibir, lidah, tenggorokan, dan wajah
  • sakit kepala
  • trombositopenia
  • leukopenia
  • mual
  • muntah
  • insomnia
  • sembelit atau diare
  • takikardia

Overdosis

Penggunaan paracetamol yang melebihi dosis akan menyebabkan gejala sebagai berikut:

  • mual
  • muntah
  • sakit perut
  • pucat
  • masalah pada pencernaan glukosa

Apabila mengalami overdosis, penanganan harus dilakukan di rumah sakit oleh dokter.

Kontraindikasi

Hindari penggunaan Panadol jika Anda mempunyai kondisi di bawah ini:

  • gangguan fungsi hati
  • penyakit ginjal
  • meningkatkan risiko disfungsi hati pada pasien yang mengonsumsi alkohol dan asidosis metabolik
  • sedang mengonsumsi obat lain yang mengandung paracetamol

Artikel Lainnya: Sering Tertukar, Ini Perbedaan Gejala Flu dan Pilek Biasa

Interaksi Obat

Penggunaan Panadol tidak boleh dilakukan bersamaan dengan jenis obat berikut:

  • cholestyramine
  • rifampisin
  • primidone
  • warfarin
  • metoclopramide

Peringatan dan Perhatian

  • Hati-hati penggunaan pada pasien dengan masalah ginjal dan masalah hati.
  • Jika demam tidak turun dalam dua hati atau nyeri tidak hilang dalam lima hari, segera hubungi dokter.
  • Penggunaan Panadol pada orang yang mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko kerusakan hati.

Kategori Kehamilan

Paracetamol masuk ke dalam kategori B. Yaitu, penelitian pada hewan tidak menunjukkan risiko yang membahayakan janin.

Akan tetapi, studi serupa pada ibu hamil masih terbatas.

Peringatan Kehamilan

Konsultasikan ke dokter jika Anda akan mengonsumsi Panadol saat sedang hamil atau dalam program kehamilan.

Peringatan Menyusui

Paracetamol dapat terserap ke dalam ASI. Komunikasikan dengan dokter jika Anda akan minum Panadol saat sedang menyusui.

Anda bisa memanfaatkan layanan LiveChat dari KlikDokter.

Penyakit Terkait Panadol

  • Demam
  • Sakit Gigi
  • Flu
  • Batuk
  • Nyeri sendi

Rekomendasi Obat Sejenis Panadol

Jika Anda ingin tanya dokter mengenai penggunaan obat Panadol lebih lanjut, Anda bisa menggunakan Live Chat di aplikasi KlikDokter.

(HNS/AYU)

Terakhir Diperbaharui: 16 Februari 2022

Diperbaharui: Apt. Evita Fitriani., S. Farm

Ditinjau: Apt. Maria Dyah Kartika L.S., S.Farm

Referensi:

  • ISO Indonesia (2018).
  • Mims Indonesia. Diakses 2022. Panadol.
  • BPOM. Pionas. Diakses 2022. Paracetamol.
  • WebMD. Diakses 2022. Paracetamol.