Sukses

Pengertian Panadol

Panadol merupakan sediaan obat yang diproduksi oleh Sterling Products Indonesia. Panadol adalah obat yang digunakan untuk meredakan sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot (mialgia), menurunkan demam yang merupakan gejala flu dan demam pasca vaksinasi. 

Keterangan Panadol

  • Golongan: Obat Bebas
  • Kelas Terapi: Analgesik (Non-Opioid) dan Antipiretik
  • Kandungan: Paracetamol 500 mg
  • Bentuk: Kaplet 
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Kaplet
  • Farmasi: Sterling Products Indonesia.

Kegunaan Panadol

Panadol adalah obat yang digunakan untuk meredakan sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot (mialgia), menurunkan demam yang disertai flu dan demam pasca vaksinasi.

Dosis & Cara Penggunaan Panadol

Panadol Merupakan obat bebas sehingga untuk pembeliannya tidak memerlukan resep Dokter.

Aturan Penggunaan Panadol Kaplet:
Dewasa dan anak:
≥12 tahun 1-2 kaplet 3-4 kali sehari. Maksimal: 8 kaplet / hari.
Anak-anak :
6-11 tahun ½-1 kaplet 3-4 kali sehari. Maksimal: 4 kaplet / hari.

Efek Samping Panadol

Efek Samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Kerusakan hati dengan jangka panjang, dosis besar.
  • Reaksi hipersensitif (alergi) misalnya, kemerahan, gatal dan mengelupas kulit , pembengkakan pada bibir, lidah, tenggorokan dan wajah; sariawan, memar, berdarah.

Kontraindikasi:

  • Pasien dengan gangguan fungsi hati.
  • Pasien dengan penyakit ginjal dan Infeksi parah
  • Dapat meningkatkan risiko disfungsi hati pada pasien yang mengonsumsi alkohol dan asidosis metabolik. Tanda-tanda asidosis metabolik: dalam,
  • cepat, kesulitan bernapas, mual, muntah, kehilangan nafsu makan.
  • Penggunaan bersamaan dengan obat lain yang mengandung parasetamol.

Interaksi Obat:

  • Mengurangi penyerapan dengan colestyramine. Konsentrasi serum menurun dengan rifampisin dan beberapa antikonvulsan (misal Fenitoin, fenobarbital, karbamazepin, primidon).
  • Meningkatkan efek antikoagulan warfarin dan kumarin lainnya dengan penggunaan jangka panjang.
  • Peningkatan penyerapan dengan metoclopramide dan domperidone.
  • Peningkatan konsentrasi serum dengan probenesid.
  • Dapat meningkatkan konsentrasi serum kloramfenikol.

Kategori Kehamilan:
FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Panadol kedalam Kategori B dengan penjelasan sebagai berikut :
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil. Atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) namun tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait