Sukses

Pengertian Palentin

Palentin merupakan sediaan obat dalam bentuk sirup kering yang diproduksi oleh Pt Phapros Indonesia. Palentin adalah obat yang digunakan untuk mengobati
berbagai macam infeksi seperti infeksi saluran pernafasan atas dan bawah, infeksi saluran kemih, infeksi kulit dan jaringan, infeksi gigi, infeksi tulang dan sendi. Palentin mengandung zat aktif Co-amoxiclav (amoxicillin & asam klavulanat). Amoksisilin 500 mg, dan Asam Klavulanat 125 mg

Keterangan Palentin

  • Golongan : Obat Keras
  • Kelas Terapi : Antibiotik Penisilin
  • Kandungan : Amoksisilin 500 mg, dan Asam Klavulanat 125 mg
  • Bentuk : Sirup Kering
  • Satuan Penjualan : Botol
  • Kemasan : Dus, Botol @ 60 ml.
  • Farmasi : Pt Phapros Indonesia.

Kegunaan Palentin

Palentin adalah obat yang digunakan untuk mengobati
berbagai macam infeksi seperti infeksi saluran pernafasan atas dan bawah, infeksi saluran kemih, infeksi kulit dan jaringan, infeksi gigi, infeksi tulang dan sendi.

Dosis & Cara Penggunaan Palentin

Palentin Sirup Kering 60 mL merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Palentin Sirup Kering 60 mL juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu nya tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Penggunaan Palentin Sirup Kering 60 mL memerlukan bantuan dari tenaga medis.

Dosis dan Cara Penggunaan Palentin :
Oral
Abses gigi
Dewasa:
Berdasarkan dosis amoksisilin: 3 g sebagai dosis tunggal, diulang satu kali setelah 8 jam.
Anak:
Berdasarkan dosis amoksisilin: <40 kg: 20-60 mg / kg, 3 kali sehari.

Oral
Infeksi saluran pernapasan yang parah atau berulang
Dewasa:
Berdasarkan pada dosis amoksisilin: 3 g, 2 kali sehari.
Anak:
Berdasarkan dosis amoksisilin: <40 kg: 20-60 mg / kg , 3 kali sehari.

Oral
Gigitan hewan yang terinfeksi, Melioidosis, Infeksi saluran pernapasan, Infeksi yang rentan
Dewasa:
Berdasarkan pada dosis amoksisilin: 250-500 mg 8 jam atau 500-875 mg 12 jam.
Anak:
Berdasarkan dosis amoksisilin: <40 kg: 20-60 mg / kg , 3 kali sehari.

Oral
Infeksi saluran kemih akut tanpa komplikasi
Dewasa:
Berdasarkan pada dosis amoksisilin: 3 g sebagai dosis tunggal, diulang satu kali setelah 10-12 jam.
Anak:
Berdasarkan dosis amoksisilin: <40 kg: 20-60 mg / kg , 3 kali sehari.

Oral
Infeksi pada endokardium, yaitu lapisan bagian dalam jantung (Profilaksis endokarditis)
Dewasa:
Berdasarkan dosis amoksisilin: 2 atau 3 g sebagai dosis tunggal diminum 1 jam sebelum prosedur gigi.
Anak:
Berdasarkan dosis amoksisilin: <40 kg: 20-60 mg / kg , 3 kali sehari.

Oral
Pemberantasan H. pylori terkait dengan penyakit tukak lambung
Dewasa: Berdasarkan pada dosis amoksisilin: 750 mg atau 1.000 mg , 2 kali sehari. , atau 500 mg, 3 kali sehari. Untuk diminum dengan metronidazole, klaritromisin, atau PPI.
Anak:
Berdasarkan dosis amoksisilin: <40 kg: 20-60 mg / kg, 3 kali sehari.

Oral
Peradangan tenggorokan (Faringitis), Amandel (Tonsilitis)
Dewasa:
Berdasarkan pada dosis amoksisilin:
Sebagai persiapan rilis-lama (sediaan obat lepas lambat): 775 mg setiap hari selama 10 hari.
Anak:
Berdasarkan dosis amoksisilin: <40 kg: 20-60 mg / kg , 3 kali sehari.

Efek Samping Palentin

Efek Samping :
Diare, diare yang berhubungan dengan bakteri Clostridium difficile, peradangan usus besar (kolitis pseudomembran), mual, muntah, ruam kulit, biduran (urtikaria), dan peradangan vagina (vaginitis).

Kontraindikasi :
Hipersensitif atau alergi terhadap penisilin.
Riwayat reaksi hipersensitif (alergi) langsung yang parah terhadap agen β-laktam lainnya (misal. Sefalosporin, karbapenem, atau monobaktam),
Riwayat penyakit kuning kolestatik / disfungsi hati yang terkait dengan amoksisilin dan terapi asam klavulanat.
Pasien dengan mononukleosis, gangguan ginjal dan hati. Anak- anak , kehamilan dan menyusui.


Interaksi Obat :
-Dapat meningkatkan konsentrasi plasma amoksisilin dengan probenecid.
-Dapat meningkatkan reaksi alergi atau hipersensitivitas dengan penggunaan bersama allopurinol dan amoksisilin.
-Dapat mengurangi kemanjuran kontrasepsi estrogen / progesteron oral.

Kategori Kehamilan :
FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Palentin kedalam Kategori B dengan penjelasan sebagai berikut :
Kategori B: Studi reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita pada trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait