Sukses

Pengertian Oxyla

Oxyla merupakan salah satu Sediaan Injeksi yang mengandung zat aktif Oxytocin, obat ini diproduksi oleh Novell Pharmaceutical. Oxyla Injeksi digunakan untuk induksi persalinan, ruptur membran prematur atau preeklampsia, operasi caesa, perdarahan postpartum (pasca melahirkan) dan perdarahan uterus postpartum. Oxyla termasuk dalam golongan Obat Keras, penggunaan Oxyla Injeksi disuntikan melalui Intravena atau Intramuskular, maka dari itu penggunaan obat ini harus dilakukan oleh Tenaga Medis Profesional.

Keterangan Oxyla

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Obat Rahim.
  • Kandungan: Oxytocin.
  • Bentuk: Cairan.
  • Satuan Penjualan: Vial.
  • Kemasan: Ampul 1 mL.
  • Farmasi: Novell Pharmaceutical.

Kegunaan Oxyla

Oxyla digunakan untuk induksi persalinan, ruptur membran prematur atau preeklampsia, operasi caesar, dan perdarahan postpartum.

Dosis & Cara Penggunaan Oxyla

Dosis dan Cara Penggunaan Oxyla Injeksi, harus dilakukan dengan Tenaga Medis Profesional dan Resep Dokter:

  • Induksi / peningkatan persalinan 1 IU / 100 mL dekstrosa 5%. Laju infus: 2-8 tetes / menit. Maksimal: 40 tetes / menit. 
  • Persalinan tahap 3 dan nifas (perdarahan, subinvolusi uterus) 5-10 IU lambat Intravena. Operasi caesar 5 IU secara intramural setelah pelahiran janin.

Efek Samping Oxyla

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Oxyla, yaitu:
1. Penyakit kuning
2. Bradikardia (detak jantung menurun)
3. Kerusakan SSP
4. Perdarahan retina
5. Hipotensi (tekanan darah rendah) sementara
6. Iritasi hidung
7. Kontraksi hebat
8. Kekejangan
9. Mual dan muntah.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Oxyla pada pasien yang memiliki indikasi:
1. Gangguan fungsi jantung, hati, atau ginjal yang parah.
2. Penyakit pembuluh darah oklusif, sepsis (peradangan di seluruh tubuh yang disebabkan oleh infeksi).
3. Tekanan darah tinggi (hpertensi), preeklampsia (sindrom yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, kenaikan kadar protein di dalam urin) dan eklampsia (serangan kejang, bahkan hingga koma, pada wanita hamil).

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Oxyla:
1. Prostaglandin
2. Anestesi inhalasi
3. Vasokonstriktor.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Oxyla ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait