Sukses

Pengertian Oxyla

Oxyla adalah sediaan injeksi yang mengandung zat aktif Oxytocin dan diproduksi oleh Novell Pharmaceutical. Oxyla Injeksi digunakan untuk induksi persalinan, premature rupture membran (pecah ketuban) atau preeklampsia (peningkatan tekanan darah disertai dengan adanya protein dalam urine) pada ibu hamil, operasi caesar, perdarahan postpartum (pasca melahirkan) dan perdarahan uterus postpartum. Oxyla termasuk dalam golongan obat keras dan penggunaannya dengan cara disuntikan melalui intravena atau intramuskular, maka dari itu penggunaan obat ini harus dibantu oleh tenaga medis profesional.

Keterangan Oxyla

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Obat Rahim.
  • Kandungan: Oxytocin 10 IU/ mL.
  • Bentuk: Cairan Injeksi.
  • Satuan Penjualan: Ampul.
  • Kemasan: Box, 10 Ampul @ 1 mL.
  • Farmasi: Novell Pharmaceutical.
  • Harga: Rp7.000 - Rp14.000/ Ampul

Kegunaan Oxyla

Oxyla digunakan untuk induksi persalinan, ruptur membran prematur atau preeklampsia, operasi caesar, dan perdarahan pasca melahirkan.

Dosis & Cara Penggunaan Oxyla

Oxyla merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

  • Induksi persalinan: dosis 1 IU / 100 mL dekstrosa 5%. Laju infus: 2-8 tetes / menit. Maksimal: 40 tetes / menit. 
  • Persalinan tahap 3 dan nifas (perdarahan, subinvolusi uterus): dosis 5-10 IU diberikan melalui injeksi intravena lambat.
  • Operasi caesar: dosis 5 IU diberikan melalui intramural setelah janin dilahirkan.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 2-8 derajat Celcius.

Efek Samping Oxyla

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Oxyla, yaitu:

  • Penyakit kuning
  • Bradikardia (detak jantung menurun)
  • Kerusakan sistem saraf pusat
  • Perdarahan retina mata
  • Hipotensi (tekanan darah rendah) sementara
  • Iritasi hidung
  • Kontraksi hebat
  • Kejang
  • Mual dan muntah

Overdosis

  • Gejala: Kontraksi rahim, gangguan aliran darah ke rahim, emboli cairan ketuban, pecah ketuban, sindrom sekresi dan kejang hormon antidiuretik yang tidak tepat.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Oxyla pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Gangguan fungsi jantung, hati, atau ginjal yang parah.
  • Penyakit pembuluh darah oklusif, sepsis (peradangan di seluruh tubuh yang disebabkan oleh infeksi).
  • Tekanan darah tinggi (hpertensi)
  • Preeklampsia (sindrom yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, kenaikan kadar protein di dalam urin)
  • Eklampsia (serangan kejang, bahkan hingga koma, pada wanita hamil)

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa obat yang tidak boleh diberikan secara bersamaan dengan Oxyla:

  • Prostaglandin
  • Anestesi inhalasi
  • Vasokonstriktor

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Oxyla ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait