Sukses

Pengertian Oxtin

Oxtin adalah sediaan obat tablet yang mengandung Oxatomide dan diproduksi oleh Guardian Pharmatama. Oxtin digunakan untuk mengobati urtikaria atau biduran, alergi makanan. Oxatomide merupakan obat golongan antihistamin piperazin yang bekerja dengan menghambat efek dari histamin, sehingga dapat mengurangi alergi.

Keterangan Oxtin

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antihistamin, Antialergi.
  • Kandungan: Oxatomide 30 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @10 Tablet.
  • Farmasi: Guardian Pharmatama.
  • Harga: Rp45.000 - Rp63.000/ Strip

Kegunaan Oxtin

Oxtin digunakan untuk mengobati reaksi alergi.

Dosis & Cara Penggunaan Oxtin

Obat ini termasuk dalam golongan obat keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan anjuran dan resep dokter:

  • Dewasa: 1 tablet diminum 2 kali sehari.
  • Anak: dosis 0.5mg/kg berat badan dalam 2 dosis terbagi. Maksimal dosis 0.5-1mg/kg berat badan dalam 2 dosis terbagi. Diminum setelah makan.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu dibawah 30 derajat Celcius.

Efek Samping Oxtin

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Oxtin adalah:

  • Mengantuk
  • Konsentrasi terganggu
  • Lesu, pusing
  • Hipotensi (tekanan darah rendah)
  • Mual, muntah, diare, konstipasi
  • Ruam, sakit kepala
  • Mulut kering
  • Anemia

Overdosis

  • Gejala: kesadaran menurun, pingsan, pupil mata membesar, denyut jantung diatas atau dibawah normal, kejang otot umum, tremor otot, kejang, mulut kering, wajah memerah.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Oxtin pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Bayi prematur atau neonatus cukup bulan.
  • Kehamilan dan menyusui.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa obat yang umumnya tidak boleh diberikan bersamaan dengan Oxtin:

  • Alkohol
  • Barbiturat
  • Hipnotik
  • Analgesik opioid
  • Obat penenang anxiolytic
  • Atropin
  • Golongan obat MAOI
  • Aminoglikosida

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Oxtin ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil. Atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) namun tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait