Sukses

Pengertian Oxaflam

Oxaflam adalah obat yang di produksi oleh Pratapa Nirmala. Obat ini mengandung tenoxicam yang diindikasikan untuk mengatasi radang sendi; osteoartritis (nyeri sendi), gangguan muskuloskeletal (suatu kondisi yang mengganggu fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon) akut. Tenoxicam merupakan obat anti inflamasi non steroid yang memiliki aktivitas anti radang dan meredakan nyeri, serta beberapa aktivitas penurun demam. Cara kerja yang tepat tidak diketahui, melibatkan penghambatan biosintesis prostaglandin dan pengurangan akumulasi leukosit di tempat peradangan.

Keterangan Oxaflam

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Obat Anti Inflamasi Non Steroid
  • Kandungan: Tenoxicam 20 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Dus, 10 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Pratapa Nirmala
  • Harga: Rp23.000 - Rp45.000/ Strip

Kegunaan Oxaflam

Oxaflam diindikasikan untuk mengatasi gangguan muskuloskeletal (suatu kondisi yang mengganggu fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon) akut.

Dosis & Cara Penggunaan Oxaflam

Oxaflam merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

Gangguan Muskuloskeletal Akut, Osteoartritis, Artritis Reumatoid

  • Dewasa: 1 tablet sebagai dosis tunggal setiap hari, diminum pada waktu yang sama setiap hari. Durasi pengobatan: Hingga 7 hari untuk gangguan muskuloskeletal akut dan hingga 14 hari untuk kasus yang parah.
  • Lansia: Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi sesingkat mungkin.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu dibawah 30 derajat Celcius.

Efek Samping Oxaflam

Efek samping yang mungkin terjadi, antara lain:

  • Dispepsia (rasa tidak enak pada perut bagian atas)
  • Mual.
  • Sakit perut dan ketidaknyamanan.
  • Sembelit, diare, perut kembung.
  • Gangguan pencernaan.
  • Stomatitis (inflamasi lapisan mukosa dari struktur apa pun pada mulut; seperti pipi, gusi, lidah, bibir).
  • Anoreksia (gangguan makan).
  • Edema perifer (bengkak pada bagian saraf tepi).
  • Sakit kepala, pusing.
  • Reaksi alergi.
  • Asma.

Overdosis

  • Gejala: Sakit kepala, mual, muntah, nyeri uluhati, perdarahan saluran cerna, jarang: diare, koma, mengantuk, pusing, telinga berdenging, pingsan, sesekali kejang. Bisa terjadi gagal ginjal akut dan kerusakan hati.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Oxaflam pada pasien dengan kondisi:

  • Hipersensitif terhadap tenoxicam, aspirin, atau obat anti inflamasi non steroid lainnya.
  • Riwayat atau ulserasi peptik aktif, perdarahan saluran cerna (melaena, hematemesis) atau gastritis berat; gagal jantung yang parah.
  • Trimester terakhir kehamilan.

Interaksi Obat

  • Meningkatkan risiko efek samping (terutama saluran pencernaan) dengan salisilat dan obat anti inflamasi non steroid lainnya.
  • Dapat meningkatkan efek antikoagulan warfarin dan antikoagulan lainnya.
  • Dapat mengurangi efek obat antihipertensi.
  • Meningkatkan risiko nefrotoksisitas jika di berikan bersamaan dengan siklosporin.
  • Meningkatkan risiko kejang jika di berikan bersamaan dengan kuinolon.
  • Dapat mengurangi eliminasi lithium.
  • Dapat mengganggu efek natriuretik diuretik.
  • Dapat meningkatkan toksisitas metotreksat.
  • Dapat mengurangi efek mifepristone.
  • Meningkatkan risiko perdarahan saluran pencernaan jika di berikan bersamaan dengan kortikosteroid.

Artikel
    Penyakit Terkait