Sukses

Pengertian Otoryl

Otoryl adalah obat yang mengandung captropil dan diproduksi oleh PT Abbott Indonesia. Captropil merupakan obat golongan kelompok penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitors). Otoryl digunakan untuk mengobati hipertensi dan gagal jantung. Selain itu, Otoryl juga berguna untuk melindungi jantung setelah terjadi serangan jantung, serta menangani penyakit ginjal akibat diabetes (nefropati diabetik). Mekanisme kerja dari Otoryl yaitu dengan cara menghambat produksi hormon angiotensin 2, sehingga dinding pembuluh darah akan lebih rileks dan tekanan darah menurun, serta suplai darah dan oksigen ke jantung meningkat.

Keterangan Otoryl

  • Golongan: Obat Keras
  • Kategori: ACE inhibitors
  • Kandungan: Captopril 25 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Kemasan: Strip
  • Satuan Penjualan: Strip @10Tablet
  • Farmasi: Abbott Indonesia
  • Harga: Rp4.000 - Rp20.000/ Strip

Kegunaan Otoryl

Otoryl digunakan untuk pengobatan hipertensi dan gagal jantung

Dosis & Cara Penggunaan Otoryl

Otoryl merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan otoryl juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  1. Hipertensi
    • Dewasa: dosis awal: 25-75 mg / hari dalam 2-3 dosis terbagi. Dosis bersifat individual sesuai dengan respons klinis dan dosis dapat ditingkatkan setelah setidaknya 2 minggu, menjadi 100-150 mg setiap hari dalam 2-3 dosis terbagi sesuai kebutuhan untuk mencapai target tekanan darah.
    • Pasien dengan diuretik atau dengan dekompensasi jantung: dosis awalnya: 6,25 mg atau 12,5 mg diminum 2 kali sehari.
    • Anak: Neonatus dan bayi: dosis 0,15 mg / kg berat badan. Diberikan 3 kali sehari sesuai respon pasien.
    • Anak-anak dan remaja: 0,3 mg / kg berat badan. Diberikan 3 kali sehari sesuai respon pasien.
    • Lansia: dosis awal: 6,25 mg diminum 2 kali sehari.
  2. Gagal jantung kongestif
    • Dewasa: dosis awal: dosis 6,25-12,5 mg diminum 2-3 kali sehari. Dosis bersifat individual sesuai dengan respons klinis dan dosis dapat ditingkatkan secara bertahap, dengan setelah minimal 2 minggu.
    • Dosis pemeliharaan: 75-150 mg / hari dalam dosis terbagi.
    • Anak: Neonatus dan bayi: 0,15 mg / kg berat badan. Diberikan 3 kali sehari sesuai respon pasien.
    • Anak-anak dan remaja: 0,3 mg / kg berat badan. Diberikan 3 kali sehari sesuai respon pasien.
      Lansia: dosis awal: 6,25 mg diminum 2 kali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Otoryl

Efek samping penggunaan Otoryl yang mungkin terjadi adalah:

  • Ruam
  • Pruritus (rasa gatal seluruh tubuh)
  • Kemerahan
  • Kehilangan persepsi rasa
  • Proteinuria (urin mengandung jumlah protein yang tidak normal)
  • Batuk
  • Sesak napas
  • Mual, muntah
  • Diare, sembelit
  • Mulut kering
  • Ketidaknyamanan lambung
  • Sakit perut
  • Tukak lambung

Overdosis

  • Gejala: Hipotensi (tekanan darah rendah) berat, syok, pingsan, denyut jantung dibawah normal, gangguan elektrolit, dan gagal ginjal.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap captropil
  • Pasien yang memiliki riwayat penyakit agioedema
  • Wanita hamil dan menyusui

Interaksi Obat

  • Dapat meningkatkan serum K bila digunakan dengan diuretik Hemat-K.
  • Efek hipotensif ditingkatkan oleh diuretik, antihipertensi lainnya dan berkurang oleh indometasin, salisilat dan NSAID.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Otoryl ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Perhatian Menyusui
Tidak direkomendasikan untuk ibu menyusui.

Artikel
    Penyakit Terkait