Sukses

Pengertian Osteofar

Osteofar adalah sediaan obat dalam bentuk tablet yang diproduksi oleh Pratapa Nirmala Indonesia. Osteofar digunakan untuk mencegah perapuhan tulang (osteoporosis). Osteofar juga membantu mengobati penyakit kelainan formasi tulang (paget), pencegahan osteopororsis pada wanita monepause, penggunaan kortikosteroid yang menyebabkan osteroporosis. Osteofar mengandung zat aktif Alendronate Sodium Trihydrate yang bekerja dengan cara mengganggu kerja osteoclast (sel yang bertugas menyerap tulang dan merombak struktur tulang)

Keterangan Osteofar

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Agen yang Mempengaruhi Metabolisme Tulang
  • Kandungan: Alendronate Sodium Trihydrate 10 mg
  • Bentuk: Tablet 
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Dus, 3 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Pratapa Nirmala Indonesia
  • Harga: Rp89.000 - Rp120.000/ Strip

Kegunaan Osteofar

Osteofar diindikasikan untuk mengobati penyakit kelainan formasi tulang (paget), pencegahan osteopororsis pada wanita monepause, penggunaan kortikosteroid yang menyebabkan osteroporosis.

Dosis & Cara Penggunaan Osteofar

Osteofar merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

  1. Penyakit tulang Paget
    • Dewasa: 4 tablet diminum sehari sekali selama 6 bulan; dapat diulang jika perlu setelah periode evaluasi pasca perawatan 6 bulan.
  2. Mencegah osteoporosis pascamenopause
    • Dewasa: ½ tablet diminum sekali sehari atau 3½ tablet diminum sekali seminggu.
  3. Osteoporosis yang diinduksi kortikosteroid
    • Dewasa: ½ tablet diminum sekali sehari, atau 1 tablet diminum sekali sehari pada wanita pascamenopause yang tidak menerima estrogen.
  4. Meningkatkan massa tulang pada pria dengan osteoporosis, osteoporosis pascamenopause
    • Dewasa: 1 tablet diminum sekali sehari atau 7 tablet diminum sekali seminggu.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Osteofar

Efek samping yang mungkin terjadi, antara lain:

  • Gejala saluran pencernaan (misal. sakit perut, diare, sembelit).
  • Reaksi esofagus yang parah (misal. peradangan pada lapisan kerongkongan (esofagitis).
  • Luka pada mukosa mulut.
  • Ulkus peptikum.
  • Osteonekrosis rahang.
  • Nyeri tulang atau sendi.
  • Mual. 

Overdosis

  • Gejala: Hipokalsemia (kekurangan kalsium), hipofosfatemia (kadar fosfat rendah didalam darah), efek samping saluran cerna bagian atas (misalnya sakit perut, mulas, esofagitis, radang lambung, maag). 

Kontraindikasi 
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Kelainan esofagus yang dapat menunda pengosongan esofagus (misal. Striktur, akalasia)
  • Ketidakmampuan untuk berdiri atau duduk tegak setidaknya selama 30 menit.
  • Hipokalsemia; risiko aspirasi (tablet oral atau effervescent).
  • Kesulitan menelan cairan (cairan oral).

Interaksi Obat 

  • Mengurangi penyerapan dengan antasida, suplemen Ca atau obat oral yang mengandung kation multivalen.
  • Peningkatan risiko iritasi saluran cerna pemberian aspirin, obat antiinflamasi Nonsteroid NSAID.

Kategori Kehamilan 
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Osteofar ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait