Sukses

Pengertian Osteofar

Osteofar merupakan sediaan obat dalam bentuk tablet yang diproduksi oleh Pratapa Nirmala Indonesia. Osteofar adalah obat yang digunakan untuk mencegah perapuhan tulang (osteoporosis). Osteofar juga membantu mengobati penyakit kelainan formasi tulang (paget), pencegahan osteopororsis pada wanita monepause, penggunaan kortikosteroid yang menyebabkan osteroporosis. Osteofar mengandung zat aktif Alendronate Sodium Trihydrate.

Keterangan Osteofar

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi : Agen yang Mempengaruhi Metabolisme Tulang
  • Kandungan : Alendronate Sodium Trihydrate 10 mg
  • Bentuk : Tablet 10 mg
  • Satuan Penjualan : Strip
  • Kemasan : Dus, 3 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi : Pratapa Nirmala Indonesia

Kegunaan Osteofar

Osteofar juga membantu mengobati penyakit kelainan formasi tulang (paget), pencegahan osteopororsis pada wanita monepause, penggunaan kortikosteroid yang menyebabkan osteroporosis.

Dosis & Cara Penggunaan Osteofar

Osteofar merupakan Golongan Obat Keras, sehingga penggunaanya harus sesuai dengan Resep Dokter.

Penyakit tulang Paget
Dewasa : 40 mg sehari sekali selama 6 bulan; dapat diulang jika perlu setelah periode evaluasi pasca perawatan 6 bulan.

Profilaksis osteoporosis pascamenopause
Dewasa: 5 mg sekali sehari atau 35 mg sekali seminggu.

Osteoporosis yang diinduksi kortikosteroid
Dewasa: 5 mg sekali sehari, atau 10 mg sekali sehari pada wanita pascamenopause yang tidak menerima estrogen.

Meningkatkan massa tulang pada pria dengan osteoporosis, osteoporosis pascamenopause
Dewasa: 10 mg sekali sehari atau 70 mg sekali seminggu.

Efek Samping Osteofar

Efek samping yang mungkin terjadi, antara lain:

  • Gejala saluran pencernaan (misal. sakit perut, diare, sembelit).
  • Reaksi esofagus yang parah (misal. peradangan pada lapisan kerongkongan (esofagitis).
  • Luka pada mukosa mulut.
  • Ulkus peptikum.
  • Osteonekrosis rahang.
  • Nyeri tulang atau sendi.
  • Mual. 

Kontraindikasi :

  • Kelainan esofagus yang dapat menunda pengosongan esofagus (misal. Striktur, akalasia)
  • Ketidakmampuan untuk berdiri atau duduk tegak setidaknya selama 30 menit.
  • Hipokalsemia; risiko aspirasi (tablet oral atau effervescent).
  • Kesulitan menelan cairan (cairan oral).

Interaksi Obat :

  • Mengurangi penyerapan dengan antasida, suplemen Ca atau obat oral yang mengandung kation multivalen.
  • Peningkatan risiko iritasi saluran cerna pemberian aspirin, obat antiinflamasi Nonsteroid NSAID.

Kategori Kehamilan :
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Osteofar ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait