Sukses

Pengertian Ostarin

Ostarin adalah sediaan obat dalam bentuk suspensi yang diproduksi oleh Otto Pharmaceuticals Indonesia. Ostarin adalah obat yang mengandung Ibuprofen dan digunakan untuk mengatasi sakit kepala, demam, sakit gigi, nyeri sendi, nyeri haid, dan nyeri ringan lainnnya. Ostarin berfungsi sebagai analgetik (pereda nyeri), antipiretik (menurunkan demam), dan antiinflamasi (anti peradangan). Ostarin bekerja dengan menghambat produksi prostaglandin (zat alami dalam tubuh yang menyebabkan nyeri, dan peradangan).

Keterangan Ostarin

  1. Ostarin Suspensi
    • Golongan: Obat Bebas Terbatas
    • Kelas Terapi: Obat Antiinflamasi Nonsteroid (NSAID)
    • Kandungan: Ibuprofen 100 mg/mL
    • Bentuk: Suspensi
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Dus, Botol @ 60 ml
    • Farmasi: Otto Pharmaceuticals Indonesia
    • Harga: Rp24.000 - Rp50.000/ Botol
  2. Ostarin Forte
    • Golongan: Obat Bebas Terbatas
    • Kelas Terapi: Obat Antiinflamasi Nonsteroid (NSAID)
    • Kandungan: Ibuprofen 200 mg/5 mL
    • Bentuk: Suspensi
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Dus, Botol @ 60 ml
    • Farmasi: Otto Pharmaceuticals Indonesia
    • Harga: Rp35.000 - Rp70.000/ Botol

Kegunaan Ostarin

Ostarin digunakan untuk mengatasi sakit kepala, demam, sakit gigi, nyeri sendi, nyeri haid, dan nyeri ringan lainnnya.

Dosis & Cara Penggunaan Ostarin

Cara Penggunaan Ostarin adalah sebagai berikut:

  1. Ostarin Sirup
    • Dewasa dan anak usia > 12 tahun: 1/2 - 1 sendok teh, diminum 3 kali sehari.
    • Anak usia 8-12 tahun: 1/2 sendok teh, diminum 3 kali sehari.
    • Anak usia 3-7 tahun: 1/4 sendok teh, diminum 3 kali sehari.
  2. Ostarin Forte
    • Dewasa dan anak usia > 12 tahun: 1-2 sendok teh, diminum 3 kali sehari.
    • Anak usia 8-12 tahun: 1 sendok teh, diminum 3 kali sehari.
    • Anak usia 3-7 tahun: 1/2 sendok teh, diminum 3 kali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Ostarin

Efek samping penggunaan Ostarin yang mungkin terjadi adalah:

  • Sakit kepala
  • Gugup
  • Muntah
  • Diare
  • Hematemesis (muntah darah)
  • Hematuria (darah dalam urin)
  • Penglihatan kabur
  • Ruam kulit, gatal dan bengkak.
  • Meningkatkan resiko hipertensi
  • Infark miokardial (serangan jantung)
  • Stroke terutama jika digunakan dalam jangka panjang dan dosis yang lebih tinggi

Overdosis

  • Gejala: Sakit kepala, mengantuk, depresi sistem saraf pusat, kejang, telinga berdenging, mual, muntah, nyeri perut, tekanan darah rendah, denyut jantung diatas atau dibawah normal, gagal napas, hiperkalemia, gagal ginjal akut, lesu, koma.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Telah diketahui memiliki alergi terhadap kandungan obat Ostarin.
  • Memiliki riwayat alergi terhadap ibuprofen, aspirin atau obat Antiinflamasi Nonsteroid (NSAID)lainnya.
  • Pasien yang akan atau telah menjalani operasi by-pass jantung sebaiknya jangan menggunakan Ostarin Suspensi (ibuprofen).
    obat ini juga dikontraindikasikan untuk pasien yang memiliki masalah ginjal, hati, pasien yang menderita asma, urtikaria, atau radang / tukak pada lambung atau usus.
  • Obat Antiinflamasi Nonsteroid (NSAID) termasuk ibuprofen sebaiknya tidak diberikan untuk penderita demam berdarah, karena menginduksi kebocoran kapiler atau risiko perdarahan.

Interaksi Obat

  • Dapat berinterkasi dengan obat antikoagulan (misalnya, warfarin atau kumarin), karena obat-obat ini jika diberikan bersamaan Ostarin (ibuprofen) meningkatkan resiko perdarahan lambung, menurunkan efektivitas Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor (misalnya, enalapril) atau diuretik (misalnya, furosemide, hydrochlorothiazide).
  • Mengganggu efek antiplatelet aspirin dosis rendah yang menyebabkan efektivitas aspirin menurun bila digunakan untuk cardioprotection dan pencegahan stroke. Aspirin juga meningkatkan resiko perdarahan lambung.
Artikel
    Penyakit Terkait