Sukses

Pengertian Oratifed Plus Cough Suppresant

Oratifed Plus Cough Suppresant merupakan obat batuk pilek yang diproduksi oleh PT. Mutifa Industri Farmasi. Oratifed Plus Cough mengandung Dextromethophan Hbr, Pseudoephedrine HCl, dan Triprolidine HCl yang digunakan untuk membantu meredahkan Flu dan batuk.

Keterangan Oratifed Plus Cough Suppresant

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas
  • Kelas Terapi: Batuk dan Pilek
  • Kandungan: Dextromethophan Hbr 10 mg, Pseudoephedrine HCl 30 mg, dan Triprolidine HCl 1.25 mg
  • Bentuk: Sirup
  • Satuan Penjualan: Botol.
  • Kemasan: Botol Kaca @ 100 ml.
  • Farmasi: PT. Mutifa Farma Suci/Mulia Farma Suci
  • Harga: Rp 7.200 - Rp 35.000 / Botol.

Kegunaan Oratifed Plus Cough Suppresant

Oratifed Plus Cough Suppresant bermanfaat membantu meredahkan Flu dan batuk.

Dosis & Cara Penggunaan Oratifed Plus Cough Suppresant

Aturan penggunaan Oratifed Plus Cough Suppresant secara umum adalah:

  • Dewasa dan anak diatas 12 tahun: 5 ml, 3 kali per hari.
  • Anak 6-12 tahun: 2.5 ml, 3 kali per hari.
  • Anak 2 -6 tahun: 1.25, 3 kali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius.

Efek Samping Oratifed Plus Cough Suppresant

Efek samping yang mungkin dapat terjadi:

  • Mengantuk
  • Gangguan saluran pencernaan
  • Sakit kepala
  • Insomnia
  • Kesulitan buang air kecil
  • Tremor
  • Takikardia
  • Aritmia
  • Mulut kering
  • Jantung berdebar.

Kontraindikasi
Sensitivitas terhadap agen simpatomimetik lainnya (misalnya, efedrin, fenilpropanolamin, fenilefrin) dan pasien yang menerima terapi MAOI.

Interaksi Obat
Penggunaan Oratifed Plus Cough Suppresant bersama amfetamin dapat meningkatkan tekanan darah.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Oratifed Plus Cough Suppresant ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait