Sukses

Pengertian Opizolam

Opizolam adalah obat yang diproduksi oleh Otto Pharmaceutical Industries. Obat ini mengandung alprazolam yang dapat mengurangi gangguan kecemasan jangka pendek dan gangguan panik.

Opizolam bekerja dengan cara meningkatkan permeabilitas membran neuron terhadap ion Cl, yang menghasilkan hiperpolarisasi (keadaan yang kurang bersemangat) dan stabilisasi sehingga mengurangi kecemasan jangka pendek.

Artikel Lainnya: 7 Gejala Fisik Akibat Gangguan Kecemasan

Keterangan Opizolam

Berikut adalah keterangan obat Opizolam yang sebaiknya diketahui:

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Ansiolitik.
  • Kandungan: Alprazolam 0.5 mg & 1 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Dus, 5 Strip @ 10 Tablet.
  • Farmasi: Otto Pharmaceutical Industries.
  • Harga: Rp76.000 – Rp200.000/ Strip.

Kegunaan Opizolam

Opizolam diindikasikan untuk mengatasi gangguan kecemasan jangka pendek dan gangguan panik.

Artikel Lainnya: 6 Cara Mudah Atasi Serangan Panik

Dosis & Cara Penggunaan Opizolam

Opizolam termasuk obat keras dan memerlukan resep dokter.

  1. Gangguan Kecemasan Jangka Pendek

  • Dewasa: 250-500 mcg 3x sehari. Naikkan dosis setiap 3-4 hari dari total 3-4 mg/hari. Durasi pengobatan tidak lebih dari 8-12 minggu.
  • Lansia: dosis awal 250 mcg 2-3x sehari. Naikkan dosis secara perlahan apabila dibutuhkan.
  1. Gangguan Panik

  • Dewasa: dosis awal 0.5 mg 3x sehari. Naikkan dosis seperlunya tidak lebih dari 1 mg/hari setiap 3-4 hari, hingga 10 mg/hari. 
  • Lansia: dosis awal 250 mcg 2-3x sehari. Naikkan dosis secara perlahan apabila dibutuhkan. 

Cara Penyimpanan Opizolam

Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celsius.

Artikel Lainnya: Cara Menolong Orang yang Mengalami Serangan Panik

Efek Samping Opizolam

Efek samping yang dapat terjadi selama penggunaan Opizolam adalah:

  • Pusing.
  • Kantuk.
  • Ataksia (gangguan gerakan tubuh yang disebabkan masalah pada otak).
  • Disartria (kelainan pada sistem saraf sehingga memengaruhi otot yang berfungsi untuk berbicara).
  • Rasa lelah dan mudah marah.
  • Penurunan atau peningkatan libido.
  • Diare.
  • Sembelit.
  • Mulut kering
  • Kesulitan berkemih.
  • Perubahan nafsu makan.
  • Gangguan seksual.
  • Hipotensi.
  • Jantung berdebar.
  • Ruam kulit.
  • Peningkatan enzim hati dan bilirubin serum.

Overdosis

Penggunaan Opizolam secara berlebihan dapat mengakibatkan munculnya gejala di bawah ini:

  • Mengantuk.
  • Kebingungan.
  • Koordinasi terganggu.
  • Refleks berkurang.
  • Koma.
  • Kematian.

Bila terjadi overdosis, segera bawa pasien ke rumah sakit.

Kontraindikasi

Hindari penggunaan Opizolam apabila pasien mempunyai kondisi medis berikut:

  • Myasthenia gravis (gangguan neuromuskular yang ditandai dengan kelelahan dan kelemahan otot). 
  • Gangguan hati berat.
  • Sleep apnea.
  • Glaukoma sudut sempit akut. 
  • Insufisiensi pernapasan berat.

Artikel Lainnya: Penyebab Gangguan Kecemasan Sering Muncul di Malam Hari

Interaksi Obat

Opizolam sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan obat-obatan berikut:

  • Depresan SSP lainnya, dapat menimbulkan efek aditif.
  • Inhibitor CYP3A4, dapat meningkatkan konsentrasi plasma.
  • Penginduksi CYP3A4, dapat meningkatkan metabolisme.
  • Digoxin, dapat menaikkan konsentrasi dari digoxin.
  • Imipramine, dapat meningkatkan konsentrasi plasma stabil dari imipramine.
  • Berpotensi fatal: inhibitor CYP3A4 yang poten, dapat menyebabkan konsentrasi plasma meningkat secara bermakna.

Kategori Kehamilan

Kategori D: Terdapat bukti bahwa obat memiliki risiko pada janin manusia. Akan tetapi, pada beberapa kasus, penggunaan obat memiliki manfaat lebih besar ketimbang potensi risikonya.

Peringatan Menyusui

Data terbatas yang diterbitkan melaporkan adanya obat dalam ASI manusia. Karena itu, tanyakan lebih lanjut kepada dokter apakah harus mengentikan menyusui atau menghentikan obat. 

 

Artikel
    Penyakit Terkait