Sukses

Pengertian Opisar

Opisar adalah obat yang diproduksi oleh Pertiwi Agung dan dikemas dalam bentuk sediaan tablet salut selaput 150 mg dan tablet salut selaput 300 mg. Obat ini mengandung Irbesartan yang diindikasikan untuk hipertensi, nefropati diabetik (kerusakan ginal yang disebabkan oleh diabetes) pada diabetes mellitus tipe 2. Mekanisme kerja obat ini adalah dengan cara memblokir efek vasokonstrikting dan aldosteron yang mensekresi angiotensin II dengan mengikat reseptor AT1.

Keterangan Opisar

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antagonis Angiotensin II
  • Kandungan: Irbesartan 150 mg; Irbesartan 300 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Pertiwi Agung.
  • Harga: Rp59.000 - Rp140.000/ Strip

Kegunaan Opisar

Opisar diindikasikan untuk hipertensi, nefropati diabetik pada diabetes mellitus tipe 2.

Dosis & Cara Penggunaan Opisar

Opisar merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

  1. Hipertensi
    • Dewasa: dosis 150 mg diminum 1 x sehari, dapat dosis dapat ditingkatkan hingga dosis 300 mg diminum 1 x sehari jika diperlukan.
    • Pasien dengan penurunan volume intravaskular: Dosis awal 75 mg diminum 1 x sehari.
    • Lansia: > 75 tahun: Dosis awal 75 mg diminum 1 x sehari.
  2. Nefropati Diabetik pada Diabetes Mellitus Tipe 2
    • Dewasa: Dosis awal, 150 mg diminum 1 x sehari, dosis dapat ditingkatkan menjadi 300 mg diminum 1 x sehari jika diperlukan.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 15-30 derajat Celcius.

Efek Samping Opisar

Efek samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Diare
  • Kelelahan
  • Dispepsia (tidak enak pada perut) atau mulas
  • Pusing
  • Hipotensi ortostatik (penurunan tekanan darah yang terjadi tiba-tiba)
  • Mual, muntah
  • Nyeri muskuloskeletal
  • Trombositopenia (jumlah trombosit darah rendah)
  • Hiperkalemia (kadar kalium darah tinggi)
  • Peningkatan kreatinin serum

Overdosis

  • Gejala: Hipotensi (tekanan darah rendah), denyut jantung dibawah atau lebih tinggi dari nilai normal).
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Penggunaan bersamaan dengan aliskiren pada pasien dengan diabetes dan gangguan ginjal.
  • Wanita hamil

Interaksi Obat

  • Antagonis efek hipotensi dan meningkatkan risiko nefrotoksisitas dengan obat anti inflamasi non steroid.
  • Dapat meningkatkan kadar lithium serum dan toksisitas.
  • Meningkatkan risiko hiperkalemia (kadar kalium darah tinggi) dengan diuretik hemat K (misalnya. Amiloride, triamterene, spironolactone), suplemen K atau pengganti garam yang mengandung K.
  • Berpotensi Fatal: Dapat meningkatkan efek nefrotoksik, hiperkalemia, dan hipotensi dengan aliskiren pada pasien dengan diabetes dan gangguan ginjal.

Kategori Kehamilan
Kategori D: Terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan).

Artikel
    Penyakit Terkait