Sukses

Pengertian Opimer

Opimer adalah obat yang mengandung zat aktif Meropenem dan diproduksi oleh Otto Pharmaceuticals. Opimer merupakan antibiotik yang digunakan untuk menangani berbagai kondisi yang diderita akibat adanya infeksi bakteri. Opimer bekerja dengan cara mencegah pertumbuhan bakteri dan membunuh penyebab infeksi tersebut.

Keterangan Opimer

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik
  • Kandungan: Meropenem 1000 mg
  • Bentuk: Serbuk Injeksi
  • Satuan penjualan: Vial
  • Kemasan: Box, Vial 1 Gram
  • Farmasi: Otto Pharmaceuticals
  • Harga: Rp280.000 - Rp370.000/ Box

Kegunaan Opimer

Opimer digunakan untuk untuk mengatasi pneumonia (infeksi paru yang menyebabkan paru-paru membengkak), septikemia (keracunan darah akibat bakteri dalam jumlah besar masuk ke dalam aliran darah), infeksi saluran kemih, infeksi ginekologi (infeksi sistem reproduksi wanita), infeksi pada pasien neutropenia (jumlah neutrofil yang merupakan bagian dari sel darah putih dalam darah menurun), dan meningitis (radang otak).

Dosis & Cara Penggunaan Opimer

Opimer termasuk golongan obat keras, sehingga penggunaannya harus berdasarkan resep dokter.

  • Infeksi yang rentan: di berikan dosis 0,5-1 g setiap 8 jam melalui injeksi intravena (pembuluh darah) selama sekitar 3-5 menit atau diinfuskan selama sekitar 15-30 menit.
  • Meningitis; Cystic fibrosis: di berikan dosis 2 g setiap 8 jam diinfuskan selama sekitar 15-30 menit.
  • Infeksi kulit dan struktur kulit: di berikan dosis 500 mg setiap 8 jam melalui injeksi intravena (pembuluh darah) selama kurang lebih 3-5 menit atau diinfuskan selama kurang lebih 15-30 menit.
  • Infeksi intra-abdominal: di berikan dosis 1 g setiap 8 jam setiap kali melalui infus selama kurang lebih 15-30 menit atau melalui injeksi selama kurang lebih 5 menit.

Cara Penyimpanan
Opimer serbuk injeksi yang dilarutkan: Simpan hingga 3 jam pada suhu 25 derajat Celcius atau selama 12 jam antara 2-8 derajat Celcius. Jangan dibekukan.

Efek Samping Opimer

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi Opimer adalah:

  • Muncul ruam pada kulit dan gatal
  • Sakit perut
  • Diare
  • Iritasi lokal
  • Demam, sakit kepala

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Opimer pada pasien yang memiliki indikasi hipersensitif atau reaksi alergi.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa obat yang tidak boleh diberikan bersamaan dengan Opimer:

  • Divalproex sodium
  • Probenecid
  • Valproic acid

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Opimer ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Perhatian Menyusui
Opimer terserap kedalam ASI. Karena potensi efek samping pada bayi yang disusui, keputusan harus dibuat apakah akan menghentikan menyusui atau menghentikan obat.

Artikel
    Penyakit Terkait