Sukses

Pengertian Onzapin

Onzapin adalah salah satu nama dagang dari sediaan tablet salut yang mengandung zat aktif Olanzapine yang diproduksi oleh Actavis. Onzapin dapat membantu untuk mengurangi halusinasi dan membantu Pasien untuk berpikir lebih jernih dan positif, merasa kurang gelisah. Onzapin bekerja dengan menyeimbangkan dopamine dan serotonin dalam otak sehingga meningkatkan kemampuan berpikir, perasaan dan perilaku.

Keterangan Onzapin

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antipsikotroipik.
  • Kandungan: Olanzapine 10 mg; Olanzapine 5 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @ 7 Tablet.
  • Farmasi: Actavis.
  • Harga: Rp145.000 - Rp200.000/ Strip

Kegunaan Onzapin

Onzapin tablet digunakan untuk membantu mengobati beberapa kondisi berikut:

  • Skizofernia adalah gangguan jiwa dan halusinasi 
  • Gangguan bipolar (kondisi seseorang yang mengalami perubahan suasana hati secara fluktuatif dan drastis,misalnya tiba-tiba menjadi sangat bahagia dari yang sebelumnya murung)

Dosis & Cara Penggunaan Onzapin

Onzapin merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Anjuran penggunaan Onzapin.

  1. Gangguan bipolar pada dewasa
    • Dosis awal diminum 10 atau 15 mg perhari sebagai monoterapi atau 10 mg perhari sebagai bagian dari kombinasi terapi pengobatan.
    • Dosis penyesuaian dapat ditingkatkan atau dikurangi sebanyak 5 mg dengan selang waktu tidak kurang dari 24 jam dengan range 5-20 mg perhari.
  2. Skizofernia pada dewasa
    • Dosis awal 10 mg perhari sebagai dosis tunggal.
    • Dosis dapat disesuaikan sesuai dengan respon dengan jarak waktu tidak kurang dari 24 jam dengan range 5-20 mg perhari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Onzapin

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Onzapin:

  • Pusing
  • Kelelahan
  • Edema (penumpukan cairan tubuh pada bagian tertentu)
  • Hipotensi ortostatik (penurunan tekanan darah yang terjadi tiba-tiba saat berubah posisi dari telentang ke posisi duduk atau tegak)
  • Konstipasi
  • Mulut kering
  • Gangguan darah
  • Hipertrigliseridemia (tingginya kadar plasma trigliserida dalam darah)
  • Hiperkolesterolemia (kondisi tingginya kadar kolesterol di dalam darah seseorang)
  • Bradikardia (kondisi di mana jantung penderita berdetak lebih lambat dari kondisi normal)
  • Arthralgia (nyeri pada satu atau lebih sendi)

Overdosis

  • Gejala: Takikardia (denyut jantung diatas normal), disartria (kelainan pada sistem saraf sehingga mempengaruhi otot yang berfungsi untuk berbicara), gejala ekstrapiramidal, penurunan tingkat kesadaran mulai dari sedasi hingga koma.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Bilas lambung dan pemberian arang aktif mungkin efektif.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Onzapin pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Pasien yang hipersensitif atau alergi terhadap komponen Onzapin Tablet
  • Pasien dengan glaukoma sudut tertutup

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa obat yang umumnya tidak boleh diberikan bersamaan dengan Onzapin:

  • Golongan obat penginduksi CYP1A2 (misalnya karbamazepin, omeprazol)
  • Golongan obat penghambat CYP1A2 (misalnya fluvoxamine)
  • Levodopa dan dopamin agonis
  • Obat yang bekerja secara sentral atau obat yang diketahui meningkatkan interval QT


Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Onzapin ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Perhatian Menyusui
Onzapin tidak direkomedasikan untuk ibu menyusui.

Artikel
    Penyakit Terkait