Sukses

Pengertian Ondacap

Ondacap adalah obat yang digunakan untuk mengatasi mual dan muntah akibat operasi, kemoterapi atau radioterapi. Ondacap memiliki kandungan zat aktif Ondansentron HCl yang bekerja dengan cara memblokir salah satu zat alami tubuh (serotonin) yang menyebabkan mual atau muntah. Ondacap tersedia dalam bentuk sediaan injeksi, maka dari itu penggunaan injeksi harus dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Keterangan Ondacap

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antiemetik.
  • Kandungan: Ondansetron HCl 2.5 mg.
  • Bentuk: Cairan Injeksi.
  • Satuan Penjualan: Ampul.
  • Kemasan: Box, 5 Ampul @ 2 mL dan 4 mL.
  • Farmasi: Caprifarmindo Laboratories/ Sanbe Farma.

Kegunaan Ondacap

Ondacap digunakan untuk mengatasi mual dan muntah akibat pasca operasi, kemoterapi atau radioterapi.

Dosis & Cara Penggunaan Ondacap

Ondacap termasuk dalam golongan Obat Keras, sebaiknya penggunaan obat ini sesuai dengan anjuran resep dokter dan dilakukan dengan tenaga medis profesional:

Mencegah mual dan muntah yang berhubungan dengan terapi radiasi

  • Dewasa: 8 mg diberikan melalui intravena (disuntikkan melalui pembuluh darah) lambat atau injeksi intramuskuler (melalui otot) segera sebelum perawatan.
  • Lansia ≥75 tahun: Dosis awal maksimal: 8 mg melalui infus intravena selama 15 menit, dapat dapat dilanjutkan dengan 2 dosis lanjut 8 mg dengan jarak pemberian 4 jam.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 2-30°C, lindungi dari cahaya.

Efek Samping Ondacap

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Ondacap, antara lain:

  • Signifikan: Nyeri dada, hipotensi, aritmia, peningkatan sementara enzim hati, penglihatan kabur sementara (karena injeksi IV cepat). 
  • kebutaan sementara, sindrom serotonin.
  • Sakit kepala.
  • Pusing.
  • Sedasi
  • Insomnia.
  • Sembelit, diare.
  • Demam, sensasi dingin.
  • Retensi urine.
  • Sistem reproduksi dan gangguan payudara: Penyakit ginekologis.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Ondacap pada pasien yang memiliki indikasi

  • Wanita hamil dan menyusui.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Ondacap:

  • Pemberian bersama dengan antiaritmia (Amiodaron), atenolol, antrasiklin (Doxorubicin, daunorubicin), trastuzumab, erythromycin, dan ketoconazole
  • Dapat menyebabkan perpanjangan aditif interval qt dan meningkatkan risiko aritmia.
  • Dexamethasone Na phosphate dapat mempotensiasi efek antiemetik.
  • Dapat mengurangi efek analgesik tramadol.
  • Induksi CYP3A4 yang poten (misal Fenitoin, karbamazepin, rifampisin) dapat mengurangi konsentrasi plasma dan meningkatkan pembersihan ondansetron.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Ondacap ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Overdosis

  • Gejala overdosis Ondansetron antara lain hipotensi, gangguan penglihatan, konstipasi parah, reaksi vasovagal dengan AV blok derajat 2 sementara, dan sindrom serotonin ditandai dengan muntah, diare, agitasi, takikardia, tremor, kejang, delirium, dan koma pada anak-anak.
  • Jika terjadi overdosis, berikan pengobatan suportif dan simtomatik (oleh tenaga medis).
Artikel
    Penyakit Terkait