Sukses

Pengertian Omenizol

Omenizol adalah obat yang diproduksi oleh PT Mutifa Industri Farmasi. Omenizol mengandung metronidazole yang berfungsi sebagai antimikroba, sehingga mampu mengobati berbagai macam infeksi oleh mikroorganisme protozoa dan bakteri anaerob.

Omenizol bekerja dengan cara berinteraksi dengan DNA mikroba untuk memutus untaian dan struktur heliks. Dengan begitu, akan terjadi hambatan sintesis protein, degradasi, serta kematian sel.

Artikel Lainnya: Cara Mudah Jaga Kesehatan Pencernaan

Keterangan Omenizol

Sebelum penggunaan, perhatikan keterangan obat Omenizol berikut ini:

  1. Omenizol Kaplet 

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antibiotik Lain.
  • Kandungan: Metronidazole 500 mg.
  • Bentuk: Kaplet Salut Selaput.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Kaplet.
  • Farmasi: PT Mutifa Industri Farmasi.
  • Harga: Rp2.900 - Rp10.000/ Strip.
  1. Omenizol Sirup 

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antibiotik Lain.
  • Kandungan: Per 5 ml: Metronidazole 125 mg.
  • Bentuk: Sirup.
  • Satuan Penjualan: Botol.
  • Kemasan: Botol @ 60 ml.
  • Farmasi: PT Mutifa Industri Farmasi.
  • Harga: Rp6.500 - Rp24.000/ Botol.

Kegunaan Omenizol

Fungsi obat Omenizol adalah untuk mengatasi berbagai penyakit berikut:

  • Infeksi bakteri anaerob.
  • Amoebiasis.
  • Trikomoniasis.
  • Giardiasis.
  • Vaginosis bakterialis.
  • Gingivitis ulseratif nekrotikans akut.
  • Infeksi gigi akut.
  • Pencegahan infeksi bakteri anaerob sesudah operasi.
  • Pembasmian H. pylori yang berkolerasi dengan ulkus peptikum.

Artikel Lainnya: 5 Fakta Wajib Tahu tentang Infeksi Vagina

Dosis & Cara Penggunaan Omenizol

Omenizol harus menggunakan resep dokter, karena termasuk obat keras.

Anjuran penggunaan obat Omenizol secara umum adalah sebagai berikut:

  1. Amoebiasis

  • Dosis: 3x sehari 800 mg.
  1. Trikomoniasis

  • Dosis: 2 gr sebagai dosis tunggal atau 3x sehari 200 mg.
  1. Giardiasis

  • Dosis: 2 gr sehari atau 3x sehari 400 mg.
  1. Vaginosis Bakterialis

  • Dosis: 2 gr sebagai dosis tunggal atau 3x sehari 400 mg.
  1. Gingivitis Ulseratif Nekrotikans Akut

  • Dosis: 3x sehari 200 mg.
  1. Infeksi Gigi Akut

  • Dosis: 3x sehari 200 mg.
  1. Infeksi Bakteri Anaerob

  • Dosis awal: 800 mg, lalu 400 mg setiap 8 jam.
  1. Pencegahan Infeksi Bakteri Anaerob Sesudah Operasi

  • Dosis: 400 mg setiap 8 jam (pemberiannya 24 jam sebelum operasi)
  1. Pembasmian H. pylori yang Berkolerasi dengan Ulkus Peptikum

  • Dosis: 400 mg dengan antibakteri lain serta penghambat pompa proton.
  • Dosis lain: 400 mg, apabila dikonsumsi dengan amoxicillin serta omeprazole.

Cara Penyimpanan Omenizol

Simpan antara 15-25 derajat Celsius.

Artikel Lainnya: Bakteri dan Virus yang Dapat Bersarang di Sikat Gigi Anda

Efek Samping Omenizol

Efek samping yang dapat muncul selama penggunaan Omenizol meliputi:

  • Mual.
  • Muntah
  • Diare. 
  • Ketidaknyamanan perut.
  • Sembelit.
  • Glositis.
  • Stomatitis.
  • Anoreksia.
  • Kelemahan.
  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Ruam kulit.
  • Biduran.
  • Gatal-gatal.
  • Ataksia.
  • Halusinasi.
  • Perubahan suasana hati.
  • Urine menggelap.

Overdosis

Penggunaan Omenizol yang melebihi batas anjuran dapat menyebabkan gejala-gejala di bawah ini:

  • Mual.
  • Muntah.
  • Ataksia.
  • Sedikit disorientasi atau kebingungan. 

Bila terjadi overdosis, bawa pasien segera ke rumah sakit.

Kontraindikasi

Hindari penggunaan Omenizol pada berbagai kondisi di bawah ini:

  • Hipersensitif terhadap metronidazole dan nitroimidazole lainnya.
  • Pemberian bersama dengan alkohol atau produk yang mengandung propylene glycol selama atau 3 hari setelah penghentian terapi.
  • Kehamilan trimester I dalam terapi trikomoniasis.

Interaksi Obat

Interaksi obat yang umum ditemui pada penggunaan Omenizol:

  • Memicu aktivitas psikotik jika digunakan bersamaan dengan disulfiram dalam 2 minggu terakhir.
  • Meningkatkan risiko toksisitas dari lithium.
  • Memengaruhi clearance ginjal yang meningkatkan toksisitas dari 5-fluorourasil.
  • Menaikkan kadar serum sisklosporin.
  • Meningkatkan metabolisme dengan fenitoin serta fenobarbital yang berdampak pada turunnya konsentrasi serum.

Kategori Kehamilan

Kategori B: Penelitian pada hewan tidak memperlihatkan bahaya pada janin. Namun, penelitian pada wanita hamil masih sangat terbatas.

Peringatan Menyusui

Omenizol terserap ke dalam ASI. Bicarakan dengan dokter sebelum menggunakan obat.

 

Artikel
    Penyakit Terkait