Sukses

Pengertian Omefulvin

Omefulvin merupakan obat antijamur yang diproduksi oleh PT. Mutifa Industri farmasi. Omefulvin mengandung Griseofulvin yang digunakan untuk infeksi jamur pada kulit, rambut dan kuku yang disebabkan Microsporum (genus jamur yang menyebabkan tinea capitis, tinea corporis, kurap, dan dermatofitosis lainnya), Epidermophyton (genus jamur yang menyebabkan mikosis superfisial dan kulit, termasuk E. floccosum dan menyebabkan tinea korporis atau kurap, tinea kruris atau gatal kaki, tinea pedis atau kutu air, dan tinea unguium atau infeksi jamur pada dasar kuku), dan Trichophyton (penyebab infeksi pada rambut, kulit terutama Kutu air dan infeksi pada kuku manusia). Omefulvin bekerja dengan menghambat pembelahan sel jamur.

Keterangan Omefulvin

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antijamur
  • Kandungan: Griseofulvin 125 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Tablet
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: PT. Mutifa Industri Farmasi.

Kegunaan Omefulvin

Omefulvin digunakan untuk infeksi jamur pada kulit, rambut, dan kuku yang disebabkan Microsporum, Epidermophyton dan Trichophyton.

Dosis & Cara Penggunaan Omefulvin

Omefulvin merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Aturan penggunan:

  • Infeksi jamur pada rambut dan kulit
    Dewasa : 0,5 - 1 gram setiap hari dalam dosis tunggal atau terbagi. Durasi pengobatan 2 sampai 8 minggu.
    Anak diatas 2 tahun : 10 mg / kgBB per hari.
  • Infeksi jamur pada kuku
    Dewasa : 0,5 - 1 gram setiap hari dalam dosis tunggal atau terbagi. Durasi pengobatan 6 bulan. Sedangkan pada kuku kaki durasi pengobatan 12 bulan.
    Anak diatas 2 tahun : 10 mg / kgBB per hari.

Efek Samping Omefulvin

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Omefulvin, yaitu:
1. Ruam kulit
2. Urtikaria
3. Gangguan Lambung (mual, muntah, nyeri perut)
4. Mulut kering
5. Perubahan rasa
6. Sakit kepala
7. Angioedema
8. Leukopenia
9. Proteinuria
10. Kandidiasis oral
11. Neuropati perifer
12. Fotosensitisasi
13. Pusing
14. Insomnia.

Kontraindikasi:
Hipersensitif terhadap griseofulvin, porfiria (kelainan genetik), penyakit hati berat, gagal hepatoseluler dan kehamilan.

Interaksi Obat:
Interaksi yang terjadi saat penggunaan obat omefulvin yaitu penggunaan omefulvin bersama pil KB, fenilbutazon, hipnotik sedatif, dan antikoagulan dapat mengurangi efek obat tersebut.

Kategori Kehamilan:

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Omefulvin ke dalam Kategori X:
Studi pada hewan atau manusia telah menunjukkan kelainan pada janin atau ada bukti risiko pada janin berdasarkan pengalaman manusia. Risiko penggunaan obat ini pada wanita hamil jelas melebihi manfaat yang diharapkan. Obat ini dikontraindikasikan pada wanita hamil dan wanita usia subur yang memiliki kemungkinan hamil.

Artikel
    Penyakit Terkait