Obat Kulit

Fluocort-N

Klikdokter, 31 Des 2020

Ditinjau Oleh Tim Apoteker Klikdokter

Fluocort-N krim dapat digunakan untuk meringankan penyakit kulit akibat terinfeksi bakteri.

Pengertian

Fluocort-N adalah sediaan obat dalam bentuk salep yang memiliki komposisi Fluosinolon Asetonida 0.25 mg dan Neomysine sulfat 5mg. Fluocort-N dapat digunakan untuk pengobatan penyakit kulit, seperti dermatitis dan kulit yang terinfeksi bakteri. Fluocort-N ini selain digunakan untuk mengatasi penyakit kulit dermatitis, obat ini juga dapat digunakan untuk peradangan pada kulit atau selapaut lendir yang membutuhkan antibakterial.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Anti Infeksi dan Kortikoseroid
  • Kandungan: Fluosinolon Asetonida 0.25 mg, Neomysin sulfat 5 mg.
  • Bentuk: Salep.
  • Satuan Penjualan: Tube
  • Kemasan: Dus, 1 Tube @5 gram.
  • Farmasi: Phapros.

Kegunaan

Fluocort-N dapat digunakan untuk meringankan penyakit kulit akibat terinfeksi bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan

Obat ini termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

Dosis penggunaan untuk anak dan dewasa: 2-3 kali sehari dioleskan pada kulit yang terkena infeksi.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius.

Efek Samping

Efek samping penggunaan Fluocort-N yang mungkin terjadi adalah:

  • Sensasi terbakar pada kulit
  • Gatal-gatal dan dapat menimbulkan infeksi sekunder
  • Peradangan pada folikel rambut kulit
  • Kulit menjadi kering
  • Dapat menghilangkan kolagen
  • Dapat menimbulkan reaksi hipersensitif / alergi yang parah pada kulit
  • Jerawat

Kontraindikasi
Tidak di sarankan untuk penggunaan obat ini bagi pasien yang memiliki riwayat penyakit seperti:

  • TBC pada kulit
  • Dermatitis perioral (Peradangan kulit di sekitar mulut)
  • Infeksi bakteri dan jamur.
  • Penyakit cacingan
  • Scabies ( iritasi kulit yang disebabkan oleh infestasi tungau parasit kecil yang bersembunyi di permukaan kulit)
  • Penggunaan untuk jangka panjang dalam masa kehamilan.

Interaksi Obat
Beberapa jenis obat akan dapat berinteraksi yang dapat menimbulkan atau meningkatkan efek samping obat itu sendiri, seperti:

  • Actinomysin
  • Carmustin
  • Cylosporine
  • Digoxin
  • Deferaxirox
  • Cephalexin