Menu
KlikDokter
Icon Search
Icon LocationTambah Lokasi KamuIcon Arrow
Obat Kesehatan Mental

Amobarbital

Klikdokter, 17 Mei 2022

Ditinjau Oleh Tim Apoteker Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Amobarbital adalah obat penenang yang sering digunakan untuk mengatasi masalah sulit tidur atau insomnia berat. Apa fungsi obat Amobarbital?

Amobarbital

Golongan

Obat keras

Kategori obat

Penenang golongan barbiturat

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak

Bentuk obat

Tablet dan injeksi

Amobarbital untuk ibu hamil dan menyusui

Kategori D: Boleh diberikan bisa besarnya manfaat lebih banyak dibandingkan risikonya atau pada kasus yang mengancam jiwa.

Peringatan menyusui: Kandungan amobarbital dapat terserap ke dalam ASI. Bila sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini sebelum berkonsultasi dengan dokter.

Merek Dagang

Amytal

Pengertian

Amobarbital sering kali digunakan dalam pengobatan insomnia yang berat. Obat ini kerap pula dimanfaatkan sebagai penenang pada prosedur pembiusan (anestesi). Sebenarnya, obat apa sih Amobarbital?

Amobarbital adalah jenis obat penenang sediaan injeksi golongan barbiturate. Obat keras ini bekerja dengan cara menurunkan respons serta aktivitas di sistem saraf pusat. 

Dengan cara tersebut, diharapkan akan ada efek sedatif (penenang) dan hipnotik. Amobarbital hanya boleh diberikan dengan resep dokter dan di bawah pengawasan dokter.

Keterangan

Injeksi Amobarbital

Golongan: obat keras

Kategori: penenang golongan barbiturat

Kandungan: amobarbital 500 mg

Kemasan: 0.5 g/vial

Farmasi: -

Harga : -

Kegunaan

Amobarbital digunakan untuk mengatasi gangguan insomnia berat dan sebagai obat penenang.

Artikel lainnya: Kondisi Medis yang Membuat Anda Susah Tidur 

Dosis dan Aturan Pakai

Berikut adalah dosis Amobarbital yang umumnya disarankan dokter.

Tujuan: mengatasi insomnia berat

Bentuk: tablet

  • Dewasa: 60 – 200mg, digunakan sebelum tidur di malam hari

Tujuan: obat penenang yang memberi efek sedatif serta hipnotik

Bentuk: injeksi

  • Dewasa: 
  • Untuk efek sedatif: dosis 30–50 mg secara injeksi intravena/IV atau intramuskular/IM, 2–3 kali sehari
  • Untuk efek hipnotik: dosis 65–200 mg, sebelum tidur
  • Anak usia 6–12 tahun:
  • Untuk efek sedatif: dosis 65–500 mg, secara injeksi intravena/IV atau intramuskular/IM, 2–3 kali sehari
  • Untuk efek hipnotik: dosis 2–3 mg/kg BB per hari, sebelum tidur

Cara Menggunakan

  • Gunakan Amobarbital sesuai petunjuk dokter. Jangan melebihkan atau mengurangi dosis yang dianjurkan
  • Obat diberikan secara IV/IM sebelum waktu tidur malam
  • Hindari berhenti menggunakan obat secara tiba tiba karena akan memperberat kondisi yang diderita dan meningkatkan risiko gejala putus obat
  • Bila Anda lupa mengonsumsi satu dosis Amobarbital, segera minum jika jeda dengan jadwal berikutnya belum terlalu dekat. Apabila sudah sangat dekat, abaikan dosis yang tertinggal. Jangan menggandakannya di waktu yang sama

Cara Penyimpanan Amobarbital

Amobarbital disimpan dalam wadah yang kering dan suhu yang sejuk. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.

Artikel lainnya: Rutin Olahraga Bisa Mengatasi Insomnia, Benarkah?

Efek Samping

Adapun efek samping yang sering muncul dari penggunaan obat golongan barbiturat adalah :

  • Rasa mengantuk
  • Pusing dan sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Konstipasi
  • Vertigo
  • Hiperaktif
  • Rasa cemas, panik dan gelisah
  • Halusinasi
  • Mimpi buruk

Efek samping serius yang mungkin terjadi dan harus segera menghubungi dokter :

  • Pernapasan cepat atau lambat, atau pendek
  • Bingung sampai hilang ingatan
  • Tekanan darah rendah (hipotensi)
  • Detak jantung lambat (bradikardia)
  • Depresi, halusinasi
  • Keinginan menyakiti diri atau bunuh diri

Overdosis

Gejala overdosis Amobarbital biasanya berupa: 

  • Depresi sistem saraf pusat
  • Refleks yang lambat
  • Hipotensi dan hipotermia
  • Jika gejala semakin berat memiliki risiko menyebabkan kematian

Kontraindikasi

Jangan diberikan pada orang yang mengalami obstruksi saluran pernapasan, porfiria, sleep apnea, depresi sistem saraf pusat kambuhan atau orang yang koma.

Interaksi Obat

Ada sejumlah risiko Interaksi bila Amobarbital dikonsumsi bersama obat dan zat lain. Berikut daftarnya.

  • Penurunan efek pil KB atau obat hormonal lain
  • Risiko terjadinya gangguan pernapasan bila dipakai dengan antihistamin ataupun obat bius lainnya
  • Risiko penurunan kadar kortikosteroid, griseofulvin, doxycycline, valproat, atau antikoagulan, seperti warfarin
  • Terjadi kenaikan kadar Amobarbital di dalam darah apabila digunakan bersama obat golongan MAOI, misalnya phenelzine

Artikel lainnya: Ini Jenis-Jenis Gangguan Tidur yang Paling Umum

Peringatan dan Perhatian

Hati-hati penggunaan Amobarbital pada pasien dengan kondisi berikut:

  • Pasien dengan masalah kardiovaskular
  • Pasien yang sedang depresi atau punya pemikiran bunuh diri
  • Pasien dengan riwayat ketergantungan obat atau alkoholik akut
  • Pasien dengan masalah pada ginjal
  • Pasien dengan masalah gangguan hati ringan hingga sedang
  • Pasien lanjut usia dan anak-anak
  • Pasien yang sedang hamil, dalam program kehamilan dan menyusui

Kategori Kehamilan

Obat Amobarbital masuk dalam kategori D untuk keamanan ibu hamil. Obat terbukti berisiko pada janin. Penggunaannya hanya untuk keadaan darurat dan mengancam jiwa.

Peringatan Kehamilan

Karena berisiko bagi kehamilan, pastikan Anda berkonsultasi dulu dengan dokter. 

Peringatan Menyusui

Kandungan Amobarbital dapat terserap ke dalam ASI. Bila sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Penyakit Terkait

Rekomendasi Obat Sejenis

  • Amytal

[HNS/NM]

Diperbarui tanggal: 26 April 2022

Diperbaharui: Apt. Evita Fitriani., S. Farm

Ditinjau: Apt. Maria Dyah Kartika L.S., S.Farm

Referensi:

Drugs.com (2022). Amobarbital (https://www.drugs.com/cdi/amobarbital.html)

RxList (2022). Amtyal Sodium (https://www.rxlist.com/amytal-sodium-drug.htm) 

Tanya Dokter