Obat Hipertensi

Candefar

Klikdokter, 10 Jun 2020

Ditinjau Oleh Tim Apoteker Klikdokter

Candefar merupakan obat untuk mengobati tekanan darah tinggi dan gagal jantung dengan merelaksasikan pembuluh darah.

Pengertian

Candefar adalah obat yang menandung zat aktif Candesartan yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah. Menurunkan tekanan darah dapat membantu mencegah penyakit degeneratif lainnya, seperti stroke, serangan jantung, dan masalah ginjal. Candefar bekerja dengan cara merelaksasi pembuluh darah, sehingga memperlancar proses sirkulasi darah. Selain itu, penggunaan Candefar juga dapat digunakan untuk membantu mengobati gagal jantung. Candefar tidak disarankan untuk anak-anak berusia kurang dari 1 tahun karena peningkatan risiko efek samping. Untuk memaksimalkan pengobatan, maka pengobatan harus diiringi dengan pola hidup yang sehat seperti makan-makanan yang sehat dan bergizi, istirahat yang cukup, dan olahraga yang teratur.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antagonis Angiotensin II
  • Kandungan: Candesartan 8 mg; Candesartan 16 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Box, 3 Strip @10 Tablet
  • Farmasi: Pratapa Nirmala.

Kegunaan

Candefar merupakan obat untuk mengobati tekanan darah tinggi dan gagal jantung dengan merelaksasikan pembuluh darah.

Dosis & Cara Penggunaan

Penggunaan Candefar harus dengan Anjuran dan Resep dokter. Dosis dan Cara Penggunaan Candefar:

  • Dosis awal 4mg/hari, maksimal 16mg/hari. Efek antihipertensi maksimal dicapai dalam waktu 4 minggu setelah pengobatan.
  • Untuk pengobatan hipertensi: awalnya diminum 1 kali sehari 8 mg. Sebagai dosis pemeliharaan dapat diminum 1 kali sehari 8 mg, maksimal 32 mg per hari dalam dosis tunggal atau dalam 2 dosis terbagi.
  • Untuk gagal jantung: 1 kali sehari 4 mg. Maksimal 32 mg per hari.

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu 15-30°C.

Efek Samping

Efek samping Candefar yang mungkin terjadi antara lain pusing, kelelahan, vertigo, mual, diare dan nyeri sendi.

Kontraindikasi:

  • Hipersensitif terhadap candesartan.
  • Pasien dengan gangguan hati berat dan / atau kolestasis.
  • Wanita hamil dan menyusui.

Interaksi obat: 
Berikut ini adalah interaksi yang dapat terjadi jika menggunakan candesartan bersama dengan obat-obatan lain:

  • Mengurangi efek antihipertensi dan meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal, jika dikonsumsi bersama dengan obat antiinflamasi nonsteroid.
  • Berpotensi meningkatkan kadar obat lithium dalam darah.
  • Konsumsi candesartan bagi penderita diabetes yang juga mengonsumsi obat aliskiren, berpotensi meningkatkan terjadinya gagal ginjal, hipotensi, dan hiperkalemia.

Keamanan Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Candersatan ke dalam Kategori D : Terbukti menimbulkan risiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius di manaobat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan).

Overdosis:
Gejala overdosis Candesartan antara lain hipotensi, pusing, takikardia, bradikardia. Jika terjadi overdosis, berikan pengobatan simtomatik dan suportif (oleh tenaga medis), pantau tanda-tanda vital.