Obat Gangguan Saraf Pusat

Prozac

Klikdokter, 02 Jun 2021

Ditinjau Oleh Tim Apoteker Klikdokter

Prozac digunakan untuk mengobati depresi, gangguan kompulsif obsesif, dysphoric pramenstruasi, bumilia nervosa dan gangguan panik.

Pengertian

Prozac adalah sediaan obat dalam bentuk kapsul yang diproduksi oleh Patheon France/ Pyridam Farma. Prozac digunakan untuk mengobati depresi, gangguan kompulsif obsesif, dysphoric pramenstruasi, bumilia nervosa, dan gangguan panik. Setiap kapsul Prozac mengandung Fluoxetine Hydrochloride 20 mg.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antidepresan
  • Kandungan:  Fluoxetine Hydrochloride 20 mg
  • Bentuk: Kapsul
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 2 Strip @ 14 Kapsul
  • Farmasi: Patheon France, SA / Pyridam Farma
  • Harga: -

Kegunaan

Prozac digunakan untuk mengobati depresi, gangguan kompulsif obsesif, dysphoric pramenstruasi, bumilia nervosa dan gangguan panik.

Dosis & Cara Penggunaan

Prozac merupakan golongan obat keras, sehingga penggunaanya harus sesuai dengan resep Dokter.

Penggunaan Prozac:

  • Depresi
    Dewasa: Awalnya, 20 mg sekali sehari. Dapat secara bertahap meningkat hingga maksimal 80 mg setiap hari dalam 2 dosis terbagi, jika tidak ada respons klinis setelah beberapa minggu.
    Anak ≥8 tahun: Awalnya, 10 mg setiap hari, dapat meningkat menjadi 20 mg setiap hari setelah 1-2 minggu. Anak dengan berat rendah: Pada awalnya, 10 mg setiap hari, dapat meningkat menjadi 20 mg setiap hari setelah beberapa minggu, hanya jika respons klinis tidak mencukupi.
    Lansia: Maksimal 60 mg setiap hari.
  • Gangguan kompulsif obsesif
    Dewasa: Awalnya, 20 mg sekali sehari, meningkat hingga 60 mg setiap hari jika tidak ada respons klinis setelah beberapa minggu. Maks: 80 mg setiap hari dalam 2 dosis terbagi.
    Anak ≥7 tahun Awalnya, 10 mg setiap hari, dapat meningkat menjadi 20 mg setiap hari setelah 2 minggu; tingkatkan lebih lanjut hingga 60 mg setiap hari setelah beberapa minggu sesuai kebutuhan. Anak dengan berat badan rendah: Awalnya, 10 mg setiap hari, dapat meningkat menjadi 20-30 mg setiap hari setelah beberapa minggu, jika diperlukan.
    Lansia: Maksimal: 60 mg setiap hari.
  • Gangguan dysphoric pramenstruasi
    Dewasa: 20 mg setiap hari terus menerus. Atau, 20 mg setiap hari harus dimulai 14 hari sebelum menstruasi dan dilanjutkan sampai hari pertama menstruasi; ulangi setiap siklus.
  • Bulimia nervosa
    Dewasa: 60 mg setiap hari sebagai dosis tunggal atau terbagi.
    Gangguan panik
    Dewasa: Awalnya, 10 mg sekali sehari, meningkat menjadi 20 mg setiap hari setelah minggu. Lebih lanjut dapat meningkat menjadi 60 mg setiap hari, jika tidak ada respon klinis setelah beberapa minggu.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 15-30 derajat Celcius.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Insomnia
  • Gugup
  • Gelisah
  • Tegang
  • Gangguan tidur
  • Sakit kepala, pusing
  • Lesu
  • Gemetar
  • Penglihatan kabur
  • Palpitasi (jantung terasa berdebar dan berdetak lebih cepat daripada biasanya)
  • Menguap
  • Muntah
  • Mulut kering
  • Gatal, ruam
  • Sering buang air kecil
  • Disfungsi ereksi
  • Gangguan ejakulasi

Overdosis
Penggunaan Fluoxetine dalam dosis berlebih dapat menimbulkan gejala:

  • Mual, muntah
  • Kejang
  • Disfungsi jantung mulai dari gangguan irama asimtomatik hingga henti jantung
  • disfungsi paru

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Gangguan kejang/epilepsi yang tidak stabil.
  • Gangguan ginjal berat (GFR <10 mL/menit).
  • Hindari penggunaan bersamaan atau dalam waktu 2 minggu setelah penghentian MAOI (misalnya iproniazid) atau dalam waktu 5 minggu setelah penghentian fluoxetine.
  • Hindari penggunaan bersamaan dengan metoprolol, linezolid, IV methylene blue, pimozide, dan thioridazine.

Interaksi Obat

  • Dapat menyebabkan sindrom serotonin dengan obat serotonergik (misalnya Triptans, Antidepresan trisiklik (TCA), fentanyl, tramadol, litium, buspirone, triptofan).
  • Dapat meningkatkan risiko perdarahan dengan aspirin, obat non-steroid anti-inflamasi (NSAID), warfarin, dan antikoagulan lainnya.
  • Dapat meningkatkan kadar fenitoin dalam plasma.

Kategori Kehamilan
FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Prozac dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:
Kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Perhatian Menyusui
Obat ini tidak dianjurkan untuk digunakan pada wanita menyusui kecuali benar-benar diperlukan. Konsultasikan dengan dokter Anda tentang potensi manfaat dan risiko sebelum memutuskan untuk minum obat ini. Jika obat diminum, bayi harus dipantau secara ketat untuk setiap efek samping yang tidak diinginkan.