Obat Antiinflamasi

Omedeson

Klikdokter, 29 Jun 2020

Ditinjau Oleh Tim Apoteker Klikdokter

Omedeson digunakan sebagai terapi inflamasi, alergi dan penyakit lain yang responsif terhadap glukokortikoid.

Pengertian

Omedeson adalah produk obat dengan bentuk sediaan kaplet yang diproduksi oleh Mutiara Mukti Farma dan Mutifa Industri Farmasi. Omedeson memiliki kandungan zat aktif Dexamethasone yang digunakan untuk mengatasi peradangan dan reaksi alergi yang berupa gatal-gatal di kulit, dermatitis atau eksim, pembengkakan akibat radang, radang sendi, asma bronkhial, reaksi alergi obat dan sebagainya. Omedeson termasuk dalam obat golongan kortikosteroid yaitu antiinflamasi yang berperan dalam mengurangi atau menekan proses peradangan dan alergi yang terjadi pada tubuh.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Hormon Kortikosteroid.
  • Kandungan: Dexamethasone 0.5 mg.
  • Bentuk: Kaplet.
  • Satuan Penjualan: Pot Plastik; Strip.
  • Kemasan: Pot Plastik @ 100 Kaplet; Box, 20 Strip @ 10 Kaplet.
  • Farmasi: Mutiara Mukti Farma; Mutifa Industri Farmasi.

Kegunaan

Omedeson digunakan sebagai terapi inflamasi, alergi dan penyakit lain yang responsif terhadap glukokortikoid.

Dosis & Cara Penggunaan

Omedeson termasuk dalam golongan obat keras, sehingga penggunaannya harus dikonsultasikan dengan dokter:

  • Dosis: 30 mg setiap hari selama 1 minggu dilanjutkan dengan dosis 4-12 mg setiap hari selama 1 bulan.
  • Dewasa: 0.5-9 mg setiap hari dalam dosis terbagi.
  • Anak: 0.02-0.3 mg / kg berat badan setiap hari dalam 3-4 dosis terbagi. Dosis tergantung pada tingkat keparahan penyakit dan respons pasien.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 25°C.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan Omedeson, antara lain:

  • Keringat berlebih.
  • Osteoporosis.
  • Gangguan siklus haid.
  • Gangguan penyembuhan luka.
  • Lemah otot.
  • Sakit kepala.
  • Tukak peptik (luka pada lambung yang menyebabkan keluhan sakit mag).

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Omedeson pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Hipersensitif terhadap komponen obat ini.
  • Infeksi aktif yang tidak diobati.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi pada Omedeson:

  • Menaikkan risiko dari hipokalemia ketika digunakan bersama obat yang dapat menipiskan kalium seperti amphotericin B dan diuretic loop.
  • Mengurangi effisiasi dari isoniazid, salisilat, vaksin dan toxoid.
  • Menaikkan aktivitas dexamethasone dan cyclosporin ketika digunakan bersamaan.
  • Penggunaan bersamaan dengan aspirin atau ethanol dapat menyebabkan gangguan pencernaan.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Omedeson ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis

  • Gejala overdosis Dexamethasone antara lain reaksi anafilaksis dan hipersensitivitas.
  • Jika terjadi overdosis, berikan pengobatan suportif (oleh tenaga medis). Dapat diberikan adrenalin, aminofilin; berikan ventilasi tekanan positif.