Obat Antibiotik

Spirasin

Klikdokter, 29 Jul 2021

Ditinjau Oleh Tim Apoteker Klikdokter

Spirasin adalah sediaan obat Spiramycin yang berguna untuk pengobatan infeksi Toksoplasmosis, Cryptosporidiosis, Infeksi protozoa

Pengertian

Spirasin adalah obat dengan kandungan Spiramycin, Spirasin termasuk dalam golongan obat antibiotik mikrolid yang bekerja dengan cara menghambat sintesis protein dengan mengikat secara ireversibel ke subunit 50S dari subunit ribosom, sehingga menghambat reaksi transepeptidasi yang mengakibatkan pertumbuhan sel bakteri terhambat.

Spirasin digunakan untuk pengobatan infeksi saluran pernapasan, otitis media (infeksi telinga), infeksi kulit, dan infeksi lain karena organisme yang sensitif terhadap spiramisin.

Keterangan

  • Golongan: Obat keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik
  • Kandungan: Spiramycin 1.500.000 IU
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Interbat PT
  • Harga: Rp64.000 - Rp105.000/ Strip

Kegunaan

Spirasin digunakan untuk pengobatan infeksi saluran pernapasan, otitis media (infeksi telinga), infeksi kulit, dan infeksi lain karena organisme yang sensitif terhadap spiramisin.

Dosis & Cara Penggunaan

Spirasin merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter.

  • Dewasa: 1 tablet diminum 3 kali sehari selama 5 hari.
  • Anak-anak: dosis 50-100 mg/kg berat badan/hari dalam 2-4 dosis terbagi selama 5 hari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Spirasin antara lain:

  • Mual
  • Nyeri uluhati
  • Diare
  • Muntah
  • Reaksi kulit

Kontraindikasi
Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap Spirasin

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa obat yang dapat berinteraksi dengan Spirasin:

  • Cisapride
  • Terfenadine
  • Flufenazin
  • Karbidopa
  • Levodopa
  • Astemizol

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Spirasin ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Perhatian Menyusui
Gunakan dengan hati-hati dan konsultasikan pada dokter.