Obat Antibiotik

Fixacep

Klikdokter, 29 Des 2020

Ditinjau Oleh Tim Apoteker Klikdokter

Fixacep digunakan untuk mengobati infeksi

Pengertian

Fixacep adalah obat yang mengandung Cefixime. Obat ini termasuk golongan antibiotik yang digunakan untuk membantu mengobati berbagai macam infeksi bakteri, seperti pneumonia (radang paru-paru), sinusitis (inflamasi atau peradangan pada dinding sinus) dan otitis (infeksi yang terjadi pada telinga bagian tengah). Selain itu, obat ini juga dapat digunakan sebagai antibiotik untuk melawan demam tifoid. Fixacep bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri. 

Keterangan

  1. Fixacep Tablet

    • Golongan: Obat keras.
    • Kelas Terapi: Antibiotik.
    • Kandungan: Cefixime 200 mg.
    • Bentuk: Tablet.
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @ 10 Tablet.
    • Farmasi: PT Pratapa Nirmala.
  2. Fixacep DS Sirup
    • Golongan: Obat keras.
    • Kelas Terapi: Antibiotik.
    • Kandungan: Cefixime 100mg/ 5 mL.
    • Bentuk: Sirup Kering.
    • Satuan Penjualan: Botol.
    • Kemasan: Botol 30 mL.
    • Farmasi: PT Pratapa Nirmala.
  3. Fixacep OD Drops
    • Golongan: Obat keras.
    • Kelas Terapi: Antibiotik.
    • Kandungan: Cefixime 30 mg/ mL.
    • Bentuk: Sirup Tetes.
    • Satuan Penjualan: Botol Tetes.
    • Kemasan: Botol Tetes 15 mL.
    • Farmasi: PT Pratapa Nirmala.

Kegunaan

Fixacep digunakan untuk mengobati pneumonia (radang paru-paru), sinusitis (inflamasi atau peradangan pada dinding sinus) dan otitis (infeksi yang terjadi pada telinga bagian tengah). Selain itu, obat ini juga dapat digunakan sebagai antibiotik untuk melawan demam tifoid.

Dosis & Cara Penggunaan

Fixacep merupakan obat yang termasuk ke dalam Golongan Obat Keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Fixacep juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena Dosis Penggunaan nya berbeda-beda setiap individu nya tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  1. Fixacep Tablet
    • Dewasa dan anak usia > 12 tahun atau berat badan > 50 kg: 2 tablet perhari sebagai dosis tunggal atau 1 tablet diberikan tiap 12 jam.
    • Uretritis, gonore dan servisitis: 2 tablet perhari sebagai dosis tunggal. 
  2. Fixacep DS Sirup
    • Anak usia <12 tahun: dosis 8 mg / kg berat badan / hari sebagai dosis tunggal atau dalam 2 dosis terbagi (4 mg / kg berat badan) tiap 12 jam. 
  3. Fixacep OD Drops
    • Dewasa dan anak dengan berat badan > 30 kg: dosis 50-100 mg. Infeksi yang lebih parah atau sulit diobati: dosis dapat ditingkatkan hingga 200 mg. Dosis diminum 2 kali sehari. 
    • Anak: dosis 1,5-3 mg / kg berat badan. Infeksi yang lebih parah atau berat: dosis ditingkatkan hingga 6 mg / kg berat badan. Dosis diminum 2 kali sehari.
    • Demam tifoid: dosis 10-15 mg / kg berat badan perhari selama 2 minggu.

Cara Penyimpanan

  • Fixacep Tablet, Sirup Kering, dan Drops: Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.
  • Fixacep Sirup Kering yang sudah dilarutkan: Simpan pada suhu antara 2-8 derajat Celcius, stabil hingga 14 hari. Jangan dibekukan.

Efek Samping

Efek Samping yang dapat timbul selama penggunaan Fixacep yaitu :

  • Gangguan pencernaan
  • Reaksi Hipersensitifitas (Reaksi Alergi)
  • Pseudomembranous colitis (Peradangan pada usus) dan Clostridium difficile (Peradangan pada usus)
  • Anemia aplastik (tubuh berhenti memproduksi cukup sel darah baru) dan anemia hemolitik (Penurunan sel darah merah)
  • Hepatitis (Peradangan hati)
  • Sakit kepala, pusing, mengantuk, kejang
  • Shock anafilaksis (Reaksi alergi yang parah dan berpotensi mengancam nyawa) yang bisa berakibat fatal
  • Diare

Kontraindikasi
Hipersensitif (Reaksi berlebih atau sangat sensitif) terhadap sefalosporin.

Interaksi Obat

  • Carbamazepine
  • warfarin dan antikoagulan lainnya.

Kategori Kehamilan

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Fixacep ke dalam Kategori B: Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Overdosis

  • Gejala: Ensefalopati yang ditandai dengan kebingungan, gangguan kesadaran, gangguan gerak dan kejang.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Dapat dilakukan tindakan pengosongan perut dengan lavage lambung. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.