Obat Antibiotik

Clamixin

Klikdokter, 12 Nov 2020

Ditinjau Oleh Tim Apoteker Klikdokter

Calmixin adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran kemih, saluran cerna, kulit dan jaringan lunak.

Pengertian

Calmixin adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran kemih, saluran cerna, kulit dan jaringan lunak. Calmixin mengandung kombinasi antara Amoxicillin (antibiotik golongan ß-laktam) dan asam klavulanat (penghambat enzim ß-laktamase). Kombinasi keduanya disebut dengan nama co-amoxiclav. Co-amoxiclav adalah bakteriolitik yang bekerja dengan cara menghambat sintesis dinding sel bakteri sehingga lintas hubungan antara rantai polimer peptidoglikan linier yang membentuk komponen utama dari dinding sel bakteri menjadi terganggu.

Keterangan

  1. Clamixin Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kategori: Antibiotik
    • Kandungan: Amoxicillin 500 mg dan Clavulanic acid 125 mg
    • Bentuk: Tablet Salut Selaput
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 6 Tablet
    • Farmasi: PT. Meprofarm/ Otto Pharmaceutical Industries
  2. Clamixin Sirup Kering
    • Golongan: Obat Keras
    • Kategori: Antibiotik
    • Kandungan: Amoxicillin 125 mg dan Clavulanic acid 31.25 mg
    • Bentuk: Sirup Kering
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol @ 60 mL
    • Farmasi: PT. Meprofarm/ Otto Pharmaceutical Industries
  3. Clamixin Sirup Kering Forte
    • Golongan: Obat Keras
    • Kategori: Antibiotik
    • Kandungan: Amoxicillin 250 mg dan Clavulanic acid 62.5 mg
    • Bentuk: Sirup Kering
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol @ 60 mL
    • Farmasi: PT. Meprofarm/ Otto Pharmaceutical Industries

Kegunaan

Clamixin digunakan untuk mengobati infeksi saluran napas atas dan bawah, infeksi saluran kemih, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi tulang dan sendi, dan infeksi lain misalnya aborsi septik, sepsis intra abdominal.

Dosis & Cara Penggunaan

Calmixin merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. 

  1. Clamixin Tablet
    • Dewasa
      • Infeksi ringan-sedang: 1 tablet, diminum 2-3 kali sehari.
      • Infeksi berat: 1-2 tablet, diminum 3 kali sehari.
  2. Clamixin Sirup Kering dan Clamixin Sirup Kering Forte
    • Anak usia < 12 tahun: 25-50 mg / kg berat badan / hari tergantung pada tingkat keparahan infeksi.

Cara Penyimpanan

  • Calmixin tablet/ serbuk suspensi: Simpan pada suhu di bawah 25 derajat Celcius. Lindungi dari kelembaban.
  • Calmixin Suspensi oral yang sudah dilarutkan: Simpan pada suhu antara 2-8 derajat Celcius. Jangan dibekukan.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Calmixin, antara lain:

  • Diare
  • Mual, muntah
  • Ruam kulit, biduran
  • Perut kembung
  • Superinfeksi

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Hipersensitif terhadap penisilin atau β-laktam lainnya (misalnya. Sefalosporin, karbapenem, atau monobaktam)
  • Memiliki riwayat penyakit kuning kolestatik atau disfungsi hati yang terkait dengan amoksisilin dan terapi asam klavulanat

Interaksi Obat

  • Penggunaan Clamixin bersama dengan probenecid dapat meingkatkan konsetrasi plasma.
  • Penggunaan Clamixin bersama dengan allopurinol dapat meningkatkan reaksi alergi.
  • Penggunaan Clamixin bersama Pil KB dapat mengurangi efek Pil KB.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Calmixin ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Overdosis

  • Gejala: Efek gastrointestinal (misalnya sakit perut atau perut, muntah, dan diare), ruam, hiperaktif, mengantuk, ketidakseimbangan cairan dan elektrolit, kristaluria (ekskresi kristal yang ditemukan dalam urin) yang mengakibatkan gagal ginjal, dan kejang (pada pasien dengan gangguan ginjal).
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Fokus pada keseimbangan air / elektrolit. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.